Lelaki dengan Tiga Wajah

Penulis: Desi Yasmini Pada: Sabtu, 28 Apr 2018, 04:30 WIB Teknologi
Lelaki dengan Tiga Wajah

AFP

JEREMY Hamon, lelaki asal Paris, menjadi pasien dua kali transplantasi wajah pertama di dunia. Pertama kali transplantasi dilakukan pada 2010 dan kedua pada Januari 2018. Meski transplantasi yang dilakukan pada Januari lalu itu merupakan yang kedua, itu merupakan wajah ketiganya.

Hamon harus melakukan transplantasi wajah karena ia menderita neurofibromatosis tipe 1, yakni kondisi genetik yang disebabkan tumor perusak wajah. Hamon juga menjalani terapi imun dengan pengobatan imunosupresif untuk mengurangi risiko penolakan transplantasi.

Saat pencangkokan pada 2010, donor transplantasi berusia 63 tahun, sedangkan Hamon 30 tahun. Operasi itu dilakukan Dr Laurent Lantieri, dokter yang sama yang melepaskan cangkokan wajahnya dan mengganti dengan yang baru.

Setelah transplantasi pertama dilakukan, semua berjalan normal. Pada 2015 Hamon mengalami demam tinggi dan diberi antibiotik. Sayang sekali obat ini tidak sesuai dengan pengobatan imunosupresif yang harus ia hindari untuk menolak bahan yang ditransplantasikan. Tanda-tanda penolakan pertama kali muncul pada 2016. Jaringan wajahnya perlahan mati dan kondisi tubuhnya pun terus menurun sehingga dokter yang merawatnya di Rumah Sakit Georges Pompidou, Paris, memutuskan melepaskan cangkok wajah pertama pada November 2017.

Tanpa wajah

Lantieri menggambarkan kondisi Hamon saat itu. Selama beberapa bulan Hamon tidak memiliki telinga, kelopak mata, kulit, hampir tidak bisa mendengar, dan tidak dapat bicara atau makan. "Jika Anda tidak memiliki kulit, Anda memiliki infeksi. Kami sangat khawatir tentang kemungkinan penolakan baru," ujar Lantieri. Namun, berkat donor organ baru yang sesuai, Hamon dapat menerima transplantasi kedua.

Dua bulan hidup tanpa wajah, Hamon akhirnya mendapatkan donor wajah pada 15 Januari 2018. Donornya kali ini berusia 22 tahun.

Sebelum transplantasi dilakukan, semua darah di tubuh Hamon diganti. Prosedur selama sebulan ini diperlukan agar dokter dapat menghapus antibodi yang berpotensi menyebabkan tubuh menolak wajah. Operasi berlangsung cukup lama, yang berakhir di pagi hari keesokan harinya.

Untungnya setelah berbulan-bulan persiapan dan operasi seharian, wajah baru dapat dipasang. Seiring dengan waktu, wajahnya akan sepenuhnya sejajar dengan tengkoraknya.

Hamon berkata kondisinya baik-baik saja. Bahkan, ia menghabiskan akhir pekan berlibur di Brittany, barat laut Prancis. "Saya sekarang 43 tahun. Donor saya 22 tahun. Berarti saya 20 tahun lebih muda," ujarnya sembari tersenyum saat diwawancarai TV Prancis. Hamon juga mendapat dukungan secara psikologis dan terapi bicara selama beberapa bulan.

Lantieri mengungkapkan, setelah delapan bulan di rumah sakit, Hamon akhirnya keluar dari rumah sakit dan akan menghabiskan waktu bersama dengan keluarganya.

Tiga wajah

Kesuksesan transplantasi wajah kedua ini membuat Hamon dijuluki sebagai manusia dengan tiga wajah. Wajah pertama ialah wajah asli Hamon, wajah kedua ialah wajah yang ia terima dari transplantasi wajah pertama, dan wajah ketiga ialah wajah terbaru yang Hamon dapatkan melalui transplantasi wajah kedua.

Saat ini wajah baru Hamon terlihat halus dan masih kaku. Tengkorak kepala, kulit, dan fitur wajah Hamon juga masih belum tersusun dengan sempurna. Hamon juga masih menjalani proses pemulihan di rumah sakit. Meski begitu, Hamon optimistis akan mendapat hasil yang baik setelah proses pemulihan.

(AFP/Business Insider/dailymail/L-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More