Gedung Sekolah Tidak Layak, Siswa Terancam Komodo

Penulis: Jhon Lewar Pada: Jumat, 27 Apr 2018, 12:49 WIB Nusantara
Gedung Sekolah Tidak Layak, Siswa Terancam Komodo

MI/Jhon Lewar

RATUSAN siswa sekolah dasar Inpres (SDI) di dusun Kerora desa Rinca kecamatan Komodo (dalam kawasan sona inti) kabupaten Manggarai Barat terus dihantui ketakutan saat mengikuti aktivitas belajar mengajar.

"Sudah 15 tahun gedung sekolah ini rusak berat tidak diperhatikan. Jarang bupati atau pejabat terkait datang ke kampung Kerora," ujar Rahmat Nasrawi wakil kepala sekolah SDI Kerora, hari ini.

Dikisahkan Nasrawi, pengalaman pahit dalam proses belajar mengajar paling di takuti ketika komodo masuk dan hendak menerkam siswa atau guru saat aktivitas belajar di mulai. Kondisi ini terjadi hampir  setiap bulan.

"Ketika itu terjadi ya terpaksa anak-anak di evakuasi ke tempat yang lebih aman. Untungnya selama ini belum pernah digigit. Yang dibutuhkan gedung layak untuk anak dan lengajar sehingga rasa nyaman," pinta Nasrawi.

Kepala Dusun Kerora Basri (37), mengatakan sejak 15 tahun silam gedung didalamnya ada tiga ruang belajar mengajagar (KMB) rusak berat. Permintaan untuk dibangun sudah diusulkan lagi namun hingga kini masih belum terjawab.

"Anak-anak dan guru kerap kali hampir diterkam komodo. Gedungnya tak layak. Halaman sekolah saja belum di pagar. Ruang kelas tak berdinding apa lagi pintu. Tiang gedung umumnya lapuk. Menunggu waktunya Roboh. Pemerintah sejauh ini masih menutup mata," tutur Basri. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More