Tol Surabaya-Malang Ciptakan Investasi Apartemen

Penulis: Bagus Suryo Pada: Kamis, 26 Apr 2018, 18:35 WIB Properti
Tol Surabaya-Malang Ciptakan Investasi Apartemen

MI/Abdus Syukur

PEMBANGUNAN jalan Tol Surabaya-Malang, Jawa Timur, mendorong sejumlah investor properti mulai menanamkan investasi di Kabupaten Malang.

Investor dari Kota Surabaya, Jawa Timur, mengembangkan bisnis hunian vertikal itu senilai Rp100 miliar di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, sekaligus menjadi apartemen yang pertama. Investasi ini sekaligus melengkapi destinasi pariwisata di daerah setempat.

Project Director SamaView, Leovaldi Tirta, di Malang kepada wartawan, Kamis (26/4), mengatakan pembangunan apartemen SamaView ini dimulai awal 2019, ditargetkan selesai 2021.

Setelah diluncurkan di Kota Surabaya, selanjutnya pada Mei 2018 mendatang akan dilakukan pemilihan unit dari 500 kamar yang tersedia. Apartemen tujuh lantai di lahan seluas 1,3 hektare ini dilengkapi fasilitas restoran, sarana olah raga, sauna dan kolam renang. Di lantai enam untuk hotel bintang empat.

Ia menjelaskan minat berinvestasi apartemen di Kabupaten Malang lantaran memahami pertumbuhan ekonomi yang terus membaik baik nasional maupun Jatim. Apalagi nantinya ada jalan lingkar dihubungkan tol Surabaya-Malang sehingga prospeknya semakin moncer.

Dengan begitu, sektor pariwisata yang sudah berkembang pesat di Malang raya meliputi Kabupaten/Kota Malang dan Kota Batu, akan mendorong lebih banyak wisatawan untuk mengunjungi daerah setempat.

"Kami melihatnya dari perkembangan Kabupaten/Kota Malang dan Kota Batu, menjadi destinasi pariwisata. Itu sebabnya kita berani investasi di sini," tegasnya.

Keberadaan apartemen yang menyuguhkan kemudahan akses dan harmonisasi alam ini, lanjutnya, diyakini bakal menumbuhkan perekonomian. Hal itu juga didorong oleh kepala daerah di Malang raya yang memiliki komitmen kuat dalam membuka peluang bagi tumbuhnya investasi.

Ia mengungkapkan bisnis apartemen cukup terbuka lebar bahkan moncer selama 2018. Pangsa pasarnya dari Singapura dan Malaysia. Selain itu, konsumen dari Jakarta, Surabaya dan Malang juga memiliki minat sangat tinggi.

Kendati per unit dijual Rp500 juta hingga Rp1,2 miliar, sejauh ini peminatnya sangat tinggi karena punya market yang segmented. Sejak launching, sudah ada 490 orang yang memgambil nomor unit dari 500 unit yang tersedia. Nantinya akan ada pengundian untuk menentukan posisi dan nomor kamar. Namun tidak menutup kemungkinan bila ada yang minta ganti lokasi.

"Di apartemen ini bisa melihat Gunung Arjuno di utara, serta Gunung Kelud dan Gunung Kawi di selatan. Kami mau bila ada tambahan lahan," katanya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More