Bicara Potensi Industri 4.0, Menperin: Jangan Asal Bicara Negara Bubar

Penulis: Erandhi Hutomo Saputra Pada: Kamis, 26 Apr 2018, 13:05 WIB Ekonomi
Bicara Potensi Industri 4.0, Menperin: Jangan Asal Bicara Negara Bubar

MI/Susanto

PERKEMBANGAN teknologi yang begitu pesat telah menyentuh seluruh denyut nadi perekonomian Indonesia, termasuk industri. Untuk itu pemerintah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 pada 4 April lalu. Melalui peta jalan tersebut, pemerintah ingin mengembalikan kejayaan manufaktur Indonesia dengan net ekspor lebih dari 10%.

"Dengan posisi net ekspor 10% ini akan meningkatkan keuangan negara melalui pajak, karena mayoritas yang bayar PPN ya industri. Negara bisa belanja, investasi meningkat, ekonomi bangkit, dan pasar tenaga kerja baik," ujar Airlangga saat memberikan paparan 'Membangun Republik: Visi Indonesia 2030-2045' di Jakarta, Kamis (26/4).

Implementasi Making Indonesia 4.0 yang sukses, kata Airlangga, akan mampu mendorong pertumbuhan PDB riil sebesar 1%-2% per tahun. Sehingga pertumbuhan ekonomi akan naik menjadi 6%-7% dari 5% pada kurun tahun 2018-2030.

Selain itu, meski berbasis teknologi, Airlangga mengatakan Making Indonesia 4.0 akan membuka lapangan kerja lebih dari 10 juta.

"Ini penting karena Indonesia mengalami bonus demografi 10 tahun ke depan. Ini momentum bagi generasi muda, negara-negara maju kalau ekonomi dapat bonus demograsi pertumbuhan ekonominya tinggi begitu lewat (bonus demografi) drop, ini yang mau kita kejar," tukasnya.

Dengan upaya itu, lanjut Airlangga, pemerintah menyebut pada 2030 Indonesia akan menjadi 10 negara terbesar dunia dan keluar dari middle income trap.

"Kalau (analisa) PWC (Price Waterhouse Coopers) lebih progresif lagi, Indonesia (diprediksi) nomor 7 dan pada 2050 Indonesia nomor 4," tukasnya.

Dengan analisa dari lembaga internasional yang terpercaya itu, Airlangga heran jika masih ada orang yang mengatakan Indonesia akan bubar pada 2030.

"Jadi jangan main-main urusan bubar membubarkan negara, karena negara ini serius dan para pendiri bangsa ini ingin bangsa ini  besar maka harus bertindak seperti orang besar," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More