Polres Jakbar Bekuk Pelaku Perampokan Penumpang Grab

Penulis: Tosiani Pada: Kamis, 26 Apr 2018, 13:02 WIB Megapolitan
Polres Jakbar Bekuk Pelaku Perampokan Penumpang Grab

Ilustrasi

KEPOLISIAN Resor (Polres) Metro Jakarta Barat (Jakbar) berhasil menangkap pelaku penyekapan dan perampokan penumpang taksi daring GrabCar.

Satu di antara mereka tewas setelah dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan dan melukai petugas.

Kepala Polres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi, menerangkan tiga pelaku perampokan taksi daring itu ialah SN,24, dan AP, 25, keduanya warga Pandeglang, Banten, serta LI,28, warga Cengkareng, Jakarta Barat.

Tersangka SN dan AP ditangkap pada Rabu (25/4) malam dalan penggrebekan di Gudang Kardus wilayah Jakarta Utara. Sedangkan tersangka LI ditangkap Kamis (26/4) pukul 05.00 wib di Jalan Pesing Koneng, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Ketika itu, tersangka LI berusaha menabrakan kendaraannya ke arah petugas yang melakukan pengejaran menggunakan sepeda motor, sehingga ia terpaksa dilumpuhkan. Dalam perjalanan ke RS Bhayangkara, ia meninggal. Dalam pemeriksaan ternyata yang bersangkutan mengonsumsi narkoba," terang Hengki, Kamis (26/4).

Adapun dua korban yang masih hidup akan dikenai pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. Juga pasal 285 jo 53 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

Kapolres menceritakan kejadian perampokan atas diri SS, 20, warga, Tambora, Jakarta Barat, terjadi pada Senin (23/4) pukul 06.00 WIB.

Ketika itu korban memesan taksi daring. Namun yang bersangkutan malah menjadi korban penyekapan dan perampokan, karena di dalam kendaraan sudah ada dua orang di bagian belakang, serta pengemudinya.

"Korban disekap, dilucuti perhiasannya, diambil ATM-nya. Sempat terjadi percobaan pemerkosaan. Namun, karena korban sedang berhalangan, maka tidak jadi dilakukan. Pada Senin (23/4) malam, korban melapor. Lalu dilakukan pengejaran. Rabu malam kita tangkap dua orang. Yang satu ditangkap Kamis. Tapi, karena ada perlawanan, kita lakukan tindakan tegas, kita lumpuhkan," papar Hengki.

Hengki menambahkan, pelaku LI merupakan driver cabutan atau tembakan, bukan resmi. Ini kendaraan milik orangtua tirinya yang dipinjam pada saat istirahat. Polisi masih mendalami kasus itu lebih lanjut.

"Kita akan mendalami lebih lanjut. Barang bukti semua kita sita, seperti HP korban yang sempat digadai, ATM sempat diambil 100 ribu. Adapun korban sudah diperiksa juga, tapi masih trauma," kata Hengki. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More