Pengawasan TNP Laut Sawu Terus Ditingkatkan

Penulis: Palce Amalo Pada: Kamis, 26 Apr 2018, 07:48 WIB Nusantara
Pengawasan TNP Laut Sawu Terus Ditingkatkan

MI/PALCE AMALO

STASIUN Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bersama Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Nusa Tenggara  Timur mulai meningkatkan patroli di Taman Nasional Perairan (TNP) Laut  Sawu.

Patroli di kawasan itu untuk memberantas praktik penangkapan ikan dengan cara-cara merusak (destructive fishing) dan penangkapan ikan ilegal (illegal fishing).

Patroli bersama di kawasan itu terakhir dilakukan pada Senin (21/4) sampai Rabu (23/4) menggunakan Kapal Patroli Hiu Macan 03.

Tim Patroli memeriksa sejumlah kapal ikan, tetapi tidak menemukan bahan berbahaya. Namun, sejumlah kapal yang menangkap ikan di kawasan itu tidak memiliki dokumen perizinan sehingga dilakukan pembinaan.

Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji mengatakan patroli bersama bertujuan menjaga keberlanjutan ekosistem dan sumber daya alam perikanan. Tim Patroli ingin memastikan pemanfaatan kegiatan perikanan di TNP Laut Sawu dilakukan secara bertanggung jawab untuk kelanjutan sumber daya hayati laut.

"Kita melakukan penyadaran masyarakat melalui kampanye dan sosialisasi, serta pelibatan masyarakat adat dalam pengelolaan Taman Nasional Perairan Laut Sawu," katanya kepada wartawan di Kupang, Kamis (26/4).

TNP Laut Sawu memiliki luas 3,35 juta hektare, terbentang pada tiga region mulai dari Kupang, Timor Tengah Selatan, Rote dan Sabu, hingga Sumba dan Manggarai,

Laut Sawu dikenal sebagai 'distribution and rest area' untuk paus dan megafauna lainnya, kelompok setasean maupun kelompok ikan, pari manta, hiu paus dan kelompok hiu, serta enam jenis penyu.

Kawasan itu juga merupakan salah satu perairan penting untuk menyokong potensi sumber daya ikan bagi Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP).

"Tingginya produktivitas primer yg dihasilkan ekosistem terumbu karang yang didukung ekosistem mangrrove dan lamun ikut memberikan  kontribusi kesuburan perairan Laut Sawu," ujarnya.

Menurutnya, hampir sebagian besar Laut Sawu khususnya sekitar daerah slope merupakan lokasi spawning agregation site (SPAGs) ikan ekonomis penting.

Pada 2016, BKKPN Kupang dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) merilis data keragaman 30 famili larva ikan ekonomis penting dalam Kawasan KonservasiPerairan Nasional-Taman Nasional Perairan (KKPN-TNP) Laut Sawu.

"Dengan demikian peran dan fungsi Laut Sawu sebagai penyokong utama sumber daya ikan yaitu spill over dan ekspor larva ke wilayah pengelolaan perikanan 317, 573 dan juga ke 714," tambahnya.

Dengan potensi dan luas kawasan tersebut, pengawasan dan pemantauan aktivitas perikanan yang tidak sah (Unreported dan Unregulated/IUU) Fishing destructive fishing secara terpadu dan rutin terus ditingkatkan untuk menurunkan tekanan aktivitas destructive fishing yang bersifat antropogenik atau kebiasaan penangkapan ikan dgn menggunakan bahan peledak dan bahan beracun.

Operasi pengawasan dan pengendalian taman nasional Laut Sawu tidak hanya menggunakan kapal pengawas perikanan, Direktorat Jenderal PSDKP-KKP juga melakukan pemantauan udara melalui pesawat. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More