Moeldoko: Presiden Punya Kapasitas Bertemu Siapa Pun

Penulis: Lina Herlina Pada: Rabu, 25 Apr 2018, 17:07 WIB Politik dan Hukum
Moeldoko: Presiden Punya Kapasitas Bertemu Siapa Pun

MI/Lina Herlina

MENANGGAPI soal pertemuan PresidenJoko Widodo dengan ulama alumni 212, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, sebagai kepala negara, Jokowi memiliki kapasitas untuk berhubungan dengan siapa pun.

"Mungkin kelihatannya ini oposisi, ada juga yang bukan. Tapi presiden tidak perlu menempatkan diri seperti itu, semua terbuka dengan baik, untuk bekomunikasi," kata Moeldoko, saat di Makassar, Rabu (25/4).

Meskipun sebenarnya pertemuan yang berlangsung pada Minggu (22/4) di sebuah masjid di Bogor, Jawa Barat itu digelar di luar agenda resmi kepresidenan, menurutnya, sebagai sosok presiden wajar jika terbuka untuk bertemu dengan segala pihak.

"Presiden mengatakan, kita ini sebangsa, bersaudara, satu keluarga besar Indonesia. Jangan karena pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden semua berantakan,"
Untuk itu, lanjut Moeldoko, Presiden Jokowi selalu berkomunimasi dengan berbagai pihak.

Terkait kesimpulan dari pertemuan Presiden Jokowi alumni 212, Moeldoko menekankan, jika terlalu awal untuk diumumkan. "Tapi paling tidak terjalin komunikasi dengan baik dan harmonis dengan semuanya," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More