Hoaks, Dibuat Orang Jahat yag Pintar, Disebar Orang Baik yang Bodoh

Penulis: Tosiani Pada: Selasa, 24 Apr 2018, 17:29 WIB Megapolitan
Hoaks, Dibuat Orang Jahat yag Pintar, Disebar Orang Baik yang Bodoh

ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

KEPALA Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menyebut hoaks itu diciptakan oleh orang pintar yang berhati jahat. Kemudia hoaks disebarluaskan oleh orang-orang baik yang bodoh.

“Kesimpulan saya, bahwa hoaks diciptakan oleh orang pintar tapi jahat. Tapi yang parah hoaks disebarluaskan oleh orang baik yang bodoh,” ujar Setyo, di Jakarta, Selasa (24/4).

Ia mengatakan, saat ini sistem komunikasi berbeda dengan jaman dulu. Sekarang komunikasi serba terbuka, dari berbagai arah. Meski demikian, sambungnya, hoaks dampaknya luar biasa. Di tingkat dunia, hoaks bahkan menimbulkan perpecahan dan peperangan.

Upaya melawan hoaks menurutnya sudah dilakukan jajaran Polri sejak lama. Pada 2015, Polri mengeluarkan surat edaran Nomor 6 Tahun 2015. Waktu itu saya kepala divisi hukum, untuk mengantisipasi ujaran kebencian dan hoaks. Tapi waktu itu kita dihujat habis. Waktu itu kami defend, itu untuk internal polri. Tapi 2016 akhir–2017 merebak luar biasa hoaks baik di media mainstream, maupun media sosial,” katanya.

Pada 2017, menurutnya Polri membentuk tiga sub satgas baru yang bertugas melakukan patroli 24 jam sehari dan 7 hari. "Seminggu tanpa henti, memantau semua yang terkait ujaran kebencian, hoaks. Namun demikian karena jumlah terlalu besar, 130 juta orang dalam dunia cyber menggunakan media sosial. Ini tanpa permisi masuk ke akun-akun kita yang kita tidak tahu tiba-tiba muncul,” kata Setyo.

Berdasarkan hasil penelitian intelejen, menurutnya, kecenderungan hoaks SARA menurun tajam pascaditangkapnya kelompok Saracen. Setelah itu muncul hoaks baru di bidang pangan, seperti viralnya informasi tentang telur palsu. “Hoaks itu bisa dicek, meski perlu waktu sedikit. Kalau media maenstream dan media lain tidak mengunggah maka 90 persen hoaks,”pungkas Setyo. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More