Mantan Wali Kota New York Janjikan US$4,5 Juta untuk Pakta Iklim Paris

Penulis: Irene Harty Pada: Senin, 23 Apr 2018, 15:30 WIB Internasional
Mantan Wali Kota New York Janjikan US$4,5 Juta untuk Pakta Iklim Paris

Michael Bloomberg -- AFP PHOTO / Ludovic MARIN

MANTAN Wali Kota New York City dan Filantropis Miliuner Michael Bloomberg, 76, menjanjikan US$4,5 juta untuk memenuhi komitmen Amerika Serikat (AS) terhadap kesepakatan iklim Paris pada Minggu (22/4).

"Amerika membuat komitmen dan sebagai orang Amerika jika pemerintah tidak akan melakukannya, kita semua memiliki tanggung jawab," katanya kepada CBS Face the Nation.

Pada Juni tahun lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan AS akan menarik diri dari pakta yang diperjuangkan pendahulunya Barack Obama, dengan alasan perjanjian itu tidak adil bagi ekonomi terbesar di dunia itu.

"Saya bisa melakukannya. Jadi, ya, saya akan mengirim mereka cek untuk uang yang dijanjikan Amerika kepada organisasi seolah-olah mereka mendapatkannya dari pemerintah federal," kata Bloomberg.

Perjanjian disepakati 197 negara pada 2015 setelah negosiasi intensif di Paris, dengan semua negara membuat ikrar pemotongan karbon sukarela berjalan hingga 2030.

Pakta itu disepakati dengan negara-negara setuju membatasi pemanasan global rata-rata yang disebabkan gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil hingga di bawah dua derajat Celcius di atas tingkat praindustri.

Beberapa hari setelah pengumuman AS keluar dari perjanjian, Bloomberg memimpin hampir 1.000 pelaku bisnis dan pemerintah dan menyatakan mereka akan menghormati perjanjian tersebut.

Kelompok seperti Apple, Amazon, dan Google yang dikenal secara kolektif sebagai 'We Are Still In', menyebut keputusan Trump sebagai kesalahan besar yang membahayakan publik AS dan melukai keamanan ekonomi serta reputasi diplomatik AS.

Bloomberg juga berjanji mengumpulkan US$15 juta untuk badan iklim PBB.

Pada Januari tahun ini, Trump mengatakan dia bersedia menandatangani kembali kesepakatan iklim Paris jika perjanjian itu mengalami perubahan besar.

Bloomberg berharap Trump akan berubah pikiran pada waktunya untuk pembayaran tahun depan dari AS.

"Dia dikenal dengan mengubah pikirannya. Itu benar. Tapi dia harus berubah pikiran dan berkata bahwa sesungguhnya ada masalah di sini. Amerika adalah bagian dari masalah. Amerika adalah bagian besar dari solusi dan kita harus masuk dan membantu dunia menghentikan potensi bencana," tandasnya. (AFP/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More