Produtivitas Kebun Sawit Indonesia masih Rendah

Penulis: (E-1) Pada: Senin, 23 Apr 2018, 00:30 WIB Ekonomi
Produtivitas Kebun Sawit Indonesia masih Rendah

MI/Aries Munandar

GABUNGAN Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan hingga saat ini industri sawit di Tanah Air masih dihadapkan pada tiga masalah utama yang harus segera diselesaikan. Ketua Umum Gapki Joko Supriyono di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, mengatakan ketiga masalah tersebut ialah rendahnya produktivitas tanaman, tingginya biaya produksi, serta sejumlah kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah yang kontraproduktif.

“Jika persoalan-persoalan ini tidak segera diselesaikan, dampaknya menurunkan daya saing sawit Indonesia,” katanya saat pengukuhan Pengurus, Dewan Pengawas, dan Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia periode 2018-2023.
Joko mengatakan produktivitas kebun sawit Indonesia masih kalah ketimbang kebun sawit di negara produsen lain seperti Malaysia, Kolombia, dan Thailand, Sementara itu, biaya produksi perkebunan sawit di Indonesia justru tinggi, melebihi dari negara-negara produsen lainnya.

“Perusahaan sawit yang terbaik di Indonesia bahkan masih kalah dengan perusahaan terjelek di Malaysia dalam biaya produksi,” katanya. Dia mengakui salah satu pemicu tingginya biaya produksi di Indonesia ialah munculnya biaya keamanan, juga biaya sosial yang sulit dihilangkan dan dihindari perusahaan.

“Ini bahkan sudah juga dikeluhkan Presiden,” ujarnya.  Sementara itu, persoalan terkait dengan kebijakan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, Joko mengatakan industri memerlukan regulasi yang menciptakan iklim kondusif. Kebijakan atau regulasi tersebut tidak semata-mata dari dalam negeri, tetapi juga dari pemerintah negara tujuan ekspor. (E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More