Main Basket dengan Bersepatu Roda, Seru Pastinya

Penulis: Suryani Wandari / (M-1) Pada: Minggu, 22 Apr 2018, 02:00 WIB MI Anak
Main Basket dengan Bersepatu Roda, Seru Pastinya

Dok. Pribadi

GARIS berwarna kuning hitam itu terhubung dari tiang satu ke tiang lainnya hingga mengelilingi area di lantai mal di Depok, Jawa Barat, itu. Tenang, ini bukan garis polisi untuk menandakan kejadian kecelakaan, kebakaran, dan lainnya kok. Ini menjadi pembatas agar pemain tidak keluar batas arena pertandingan dan mencelakai pengunjung. Ini pertandingan apa ya?

Minggu (15/4) kegiatan di mal ini memang agak berbeda, puluhan anak hingga orang dewasa berkumpul di sana, lengkap dengan pakaian dan peralatan olahraga sepatu roda.

Ya, mereka telah siap mengikuti perlombaan sejak pagi hari. Beberapa orang dari berbagai klub sepatu roda itu bahkan sudah siap di depan garis start sembari memegang sebuah bola.

Setelah peluit ditiup Kak Hari Hengky Irawan, Ketua Umum Persatuan Sepatu Roda Cabang Kota Depok yang hari itu menjadi wasit pertandingan, mereka meluncur cepat di atas sepatu roda masing-masing. Lari beberapa langkah, lalu kemudian berhenti di garis hitam dan memasukkan bola pada ring. Inilah yang dinamakan Roller Basketball. Sobat Medi pasti baru mendengarnya bukan? Agar tak penasaran, mending simak Medi ya!

Pertama kali di Indonesia

Olahraga sepatu roda atau yang lebih dikenal dengan inline skate ini sudah tak asing di Indonesia, bahkan mungkin Sobat Medi pun sering menggunakannya ya?

Penyebutan Inline skate tak lain karena penyusunan roda-roda pada sepatunya dibuat sebaris.

Inline skate nyatanya bukan hanya untuk transportasi, tetapi juga menjadi sarana olahraga, baik itu untuk kesehatan maupun kompetisi. Inline skate ini pun biasanya menekan pada beberapa jenis, seperti speed yang mengutamakan kecepatan dan freestyle yang mengembangkan beberapa gaya untuk keindahan bermainnya.

Tapi, Sobat Medi, di kejuaraan sepatu roda Roller Basketball yang diadakan kala itu, selain harus bisa memakai teknik sepatu roda harus bisa juga menguasai bola loh.

"Pertandingan ini baru pertama kali ada di Indonesia. Ini sebagai Roller Basketball, kombinasi antara olahraga sepatu roda dan basket," kata Kak Hengky di sela istirahat.

Menurut Kak Hengky, pertandingan ini dimaksudkan sebagai perkenalan agar anak-anak Indonesia mengetahui dan mau tergabung untuk menjadi atlet di bidang ini. Karena, Kak Hengky bersama Federasi Roll Ball Indonesia akan mengadakan Liga Kejuaraan untuk olahraga jenis baru ini loh. Wah harus siap-siap ya sobat!

Beradaptasi

Karena baru pertama kali hadir di Indonesia, para pemain dari beberapa klub ini pun perlu adaptasi untuk bermainnya loh. Mereka yang kebanyakan atlet ini pun harus bisa fokus pada dua hal, yakni keseimbangan badan yang berdiri dan meluncur pada sepatu roda serta strateginya untuk memasukkan bola.

Aturan dalam Roller Basketball ini hampir sama dengan basket biasa, namun dalam pengenalan ini, Kak Hengky memodifikasinya dengan teknik berlari cepat dengan melewati belokan terlebih dahulu sebelum memasukkannya pada bola.

"Sebenarnya tidak akan dilihat bagaimana mereka punya teknik yang bagus seperti freestlye, karena hasil akhirnya dilihat mereka mampu memasukkan bola ke ring dan waktu tercepat," kata kak Hengky.

Begitupun dengan bola basket yang digunakan, dalam aturan seharusnya memakai bola basket normal, namun di sini mereka menggunakan bola yang ringan dari karet. Hal itu disebabkan pemain belum terbiasa dengan beban aslinya, apalagi mereka harus pecah fokus ke dua titik.

Dalam aturannya kali ini, pemain meluncur cepat dengan sepatu rodanya melewati belokan tajam, kemudian mereka pun harus cepat memasukkan bola ke ring basket dengan jarak 2 hingga 3 meter. Mereka harus melakukannya sebanyak 2 kali. Waktu tercepatlah yang akan menang.

Memasukkan ke gawang

"Gocek, gocek terus...," teriak para penonton mendukung salah satu pemain.

Menggocek, istilah yang digunakan untuk mengoceh lawan saat membawa bola ini memang harus dilakukan, mengingat lawannya yang kuat. Tak hanya itu mereka pun berkordinasi untuk mengoper bolanya ke teman yang lain yang ada di kanan kirinya. Tim lainnya mau kalah dalam berstategi.

"Jika bolanya tidak ada di tangan kalian, maka kalian harus cari lawan dan tempel satu-satu ya. Itu bisa memudahkan kalian mengambil alih bola," kata kak Icak, pelatih Depok Inline Skate Club.

Itulah yang dilakukan hampir semua tim untuk menaklukkan musuhnya di dalam lapangan.

Bukan lagi Roller Basketball, kali ini mereka pun mencoba Roll Ball 4x4, yang mirip dengan permainan basket, namun memakai gawang sepak bola untuk memasukkannya.

"Aturannya, setiap tim berisi 4 orang. Satu menjadi kiper dan 3 orang lainnya sebagai penyerang. Mereka harus mempertahankan gawangnya," kata Kak Hengky.

Tak hanya itu, mereka pun tidak boleh membawa bola lebih dari tiga detik tanpa men-dribble atau memantulkan bola ke lantai. Jika dilakukan, terjadi pelanggaran.

Dengan waktu yang cepat yakni masing-masing 5 menit di babak pertama dan kedua diselingi 1 menit istirahat, mereka kembali beradu teknik dan strategi. Pertandingan itu membuat beberapa tim menjadi juara, yakni Tim Thunderskates Depok berhasil menjadi juara Rollball 4x4 U14 Putra. Ada pula juara Rollball 4x4 U14 Putri dari Tim Thunderskates Depok, juara Rollball 4x4 Senior Putra, Tim Cross Roller Club Jakarta, dan juara Rollball 4x4 Senior Putri dari Tim Gabungan Lampung Roller+CRC jakarta. Keren kan sobat?

Berdiri, meluncur, dan berhenti

Sobat, untuk ikut permainan ini kalian harus sudah bisa dulu sepatu roda ya, mengingat saat pertandingan kalian harus membagi fokus pada gerakan kaki dan tangan dan kordinasi dengan tim. Untuk bisa meluncur, kalian harus belajar berdiri seimbang dulu loh.

"Berawal dari duduk di bawah, kedua tangan dan lutut menyentuh lantai. Kemudian berdiri dengan menangkat kaki satu per satu. Posisikan kaki membentuk huruf V," kata Kak Hengky.

Jika sudah bisa berdiri, baru ke tahap selanjutnya yaitu meluncur dengan membungkukkan punggung dan berjalan dengan posisi kaki lurus dan berhenti dengan beragam gaya seperti membuka kedua kaki dan menekan salah satu tumit. Jangan sampai cedera ya!

Suara Anak

Almira

kelas 2 SD Darul Abidin Depok

Ini baru pertama kali ikut permainan ini ternyata seru sekali, meskipun memang agak susah sih saat memasukkan bola ke ring.

====

Alya

kelas 2 MI Al-Madani Depok

Karena di klub yang aku ikuti itu lebih menekankan pada speed atau kecepatan, kami pun menjadi tim tercepat dan juara pada Roller Basketball. Menurutku, gampang kok mainnya, aku tidak mengulang memasukkan bola itu lebih dari 2 kali.

=============

Zoya

kelas 1 MI Al-Madani Depok

Ini memang pertama bagiku, ini seru. Tim kami pun harus bekerja sama untuk bisa mencapai waktu tercepat dan bersyukur bisa menang.

=======

Azam

Kelas 3 Kinderfield Depok

Saat main Roll Ball 4x4, tim aku di-block terus, apalagi musuh kamu sudah gede-gede dan tinggi, jadinya susah untuk merebut bola sehingga kami kebobolan.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More