Kebinekaan dan Impian Onggy

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Minggu, 22 Apr 2018, 01:30 WIB Hiburan
Kebinekaan dan Impian Onggy

DOK. INSTAGRAM DEMI ISTRI PRODUCTION

INDONESIA memiliki beragam suku. Keberagaman itu yang menjadikan Indonesia unik. Keunikan itu dikemas dalam aspek kekeluargaan, asmara, dan bisnis dalam film Terbang Menembus Langit.

Film garapan sutradara Fajar Nugros itu mengisahkan perjuangan Onggy Hianata atau A Chun (Dion Wiyoko). Onggy yang merupakan keturunan Tionghoa hidup dalam keluarga yang miskin di Kampung Bugis, Tarakan Barat, Kalimantan Utara.

Keterbatasan ekonomi itu tidak menjadi penghalang baginya. Sejak di bangku sekolah, A Chun berencana untuk kuliah dan marantau ke Kota Pahlawan, Surabaya. Namun karena kondisi ekonomi, niatnya itu ditolak sang ayah (Chew Kin Wah).

Setalah kematian ayahnya. Tekad A Chun kian menggebu, bermodal nekat ia merantau ke Surabaya. Kehidupan awalnya di sana pun sangat sulit, ia tinggal berdesakan dengan 3 pemuda lainnya.

Ia membiayai kuliah dengan usahanya sendiri. Mulai dari berjualan apel, jagung bakar, dan kerupuk unyil hingga menjadi seorang motivator. Berkali-kali pun dia ditipu dalam menjalankan bisnisnya.

Saat menemani keponakannya ke sebuah salon, A Chun bertemu dengan Candra (Laura Basuki). Ia jatuh cinta dan mengajak Candra menikah. Tak dinyana, ajakannya bersambut manis.

Pernikahan ternyata bukan akhir dari segalanya. Cobaan demi cobaan terus menghampirinya. Seakan nasib sial terus mengikuti kehidupannya.

Beruntung ia memiliki istri yang penuh perhatian dan kesabaran. Ia menjalani kehidupannya dengan penuh perjuangan. Hingga ia mencapai titik balik ketika tinggal di Jakarta saat krisis moneter melanda Indonesia.

Selain Dion Wiyoko dan Laura Basuki sebagai pemeran utama. Film ini juga didukung pemain lain seperti Baim Wong, Delon Thamrin, Chew Kin Wah, Marcel Darwin, Fajar Nugra, Mamat Alkatiri, Erick Estrada, Aline Adita, Melisa Karim, Dinda Hauw, Dayu Wijanto, dan Indra Jegel.

Kisah nyata

Film biopik ini diangkat dari kisah nyata perjuangan hidup seorang pengusaha dan motivator dunia Onggy Hianata. Sutradara Fajar Nugros dengan apik berhasil mengaduk emosi penonton dan menggambarkan kembali perjuangan Onggy melalui latar waktu era 1970-an hingga tahun 1990-an.

Fajar mengaku sosok yang diangkat dalam biopik ini bukan tokoh terkenal. "Bukan yang penting siapa tokohnya, sosoknya, tetapi kisah hidupnya yang menginspirasi. Kalau yang diangkat tokoh kenamaan, nyarinya sutradara pasti yang kenamaan juga," katanya sebagaimana disitat Antara.

Begitu juga Dion Wiyoko mampu menjalankan tugasnya sebagai tokoh utama secara totalitas. Bahkan seluruh perasaan sedih, kecewa, marah, putus asa hingga bahagia dapat ia rasakan dalam setiap adegan.

Laura Basuki mengaku keasyikannya menjalani syuting yang berlangsung selama satu bulan di beberapa kota itu.

"Di Surabaya sekitar dua mingguan, kemudian di Tarakan, Kalimantan. Film ini komplet karena ada drama, komedi, dan kisah perjuangan seseorang," kata perempuan kelahiran Berlin, Jerman, 9 Januari 1988.

Produser, Susanti Dewi, juga mengajak musisi ternama, Once Mikel untuk mengisi soundtrack film tersebut. Suara khas Once dianggap mampu mengangkat karakter tokoh utama dengan lagu berjudul Terbang.

Meski demikian, ada beberapa kejanggalan dan kejutan dalam film berdurasi 2 jam itu. Setingan film yang menggambarkan tahun 70-an itu tidak sepenuhnya berhasil divisualisasi secara detail.

Selanjutnya, proses kesuksesan tokoh utama dan alasan meninggalkan pekerjaan tetap juga terlalu lemah.

Penonton dibikin penasaran dengan isi surat yang diterima tokoh utama. Alasan ekspresi kecewa yang diperlihatkannya juga tidak digambarkan secara jelas.

Bahkan dengan durasi yang cukup panjang, penonton seharusnya mendapatkan plot twist yang memukau atau ending yang klimaks. Sayangnya, film ini gagal dikemas dengan baik.

Film Terbang Menembus Langit tayang serentak pada 19 April 2018. Demi Istri Production mengadakan road show ke Medan, Palembang, Surabaya, dan Makassar serta berlanjut mengunjungi 11 kota lainnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More