Berawal dari Suka Bela Diri

Penulis: Zuq/X-7 Pada: Sabtu, 21 Apr 2018, 23:15 WIB Weekend
Berawal dari Suka Bela Diri

MI/AGUNG WIBOWO

BUDAYA Jepang cukup populer di Indonesia, mulai makanan, pakaian, animasi, manga, sampai bela diri. Film-film bela diri Jepang yang bercerita tentang samurai pun tidak asing lagi. Begitulah samurai kemudian terkenal tidak hanya di negeri asalnya.

Kesukaan itulah yang kemudian membuat Anton, 42, memilih shinkendo. Ia berangkat dari hobi latihan bela diri kemudian jatuh hati dengan seni pedang. "Sebelumnya saya mengikuti beberapa jenis bela diri tangan kosong. Puas dengan tangan kosong, saya tertarik dengan bela diri lain yang menggunakan senjata. Pilihan jatuh pada shinkendo karena saya ingin belajar cara memegang dan menyabet pedang yang benar," ujarnya.

Peserta lain shinkendo, Husin, 47, juga mengaku punya ketertarikan dengan samurai. Ia merasakan manfaat besar dari belajar shinkendo.

"Pertama, sehat. Alasan kedua, dengan latihan bela diri, percaya diri kita pasti beda," terang Husin.

Hal yang sama dirasakan Herbowo Abimanyu, 28. Anggota termuda itu mengaku suka dengan segala hal yang berkaitan dengan samurai. Shinkendo mengajarkan Abi tentang semangat berjuang.

"Saya suka yang berhubungan dengan samurai, dengan perjuangan, bela diri pedang. Kolosal-kolosal itu saya suka. Dalam bela diri ada nilai-nilai perjuangannya, gimana kita serius dalam latihan, disiplin, semangatnya," tambahnya.

Abi mengakui manfaat shinkendo yang paling terasa ialah membuat rileks. Seperti halnya Anton dan Husin, dirinya juga pernah mengikuti berbagai macam jenis bela diri sebelum akhirnya menambatkan pilihan pada shinkendo. Tidak butuh waktu lama baginya untuk merasa cocok dengan seni bela diri Jepang itu.

"Begitu ada sabetan pedang, saya langsung klik," pungkasnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More