Tim Pencari Fakta belum Bisa Tembus Kota Douma

Penulis: AlJazeera/Ire/I-3 Pada: Sabtu, 21 Apr 2018, 01:30 WIB Internasional
Tim Pencari Fakta belum Bisa Tembus Kota Douma

AFP PHOTO / LOUAI BESHARA

TIM pengawas senjata kimia global hingga kini belum dapat masuk ke Douma, Suriah, untuk memeriksa area yang diduga menjadi sasaran serangan gas kimia beracun.

Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) pada Rabu (18/4) mengungkapkan para pejabat keamanan PBB memasuki kota tersebut pada Selasa (17/4) untuk melakukan survei di wilayah yang menjadi area kerja misi pencarian fakta guna menyelidiki tuduhan serangan senjata kimia yang dilakukan pasukan pemerintah Suriah, Sabtu (7/4).

Namun, tim Departemen Keselamatan dan Keamanan PBB (UNDSS) tersebut disambut dengan tembakan senjata ringan dan ledakan saat dua kali pemberhentian di dua lokasi mereka kunjungi. Di tempat pertama, para pejabat PBB terpaksa harus mengundurkan diri karena dihadang kerumunan besar yang berisiko meningkatkan masalah keamanan.

Tidak ada anggota tim PBB yang cedera, tapi mereka kembali ke ibu kota Suriah, Damaskus. "UNDSS akan terus bekerja dengan Otoritas Nasional Suriah, Dewan Lokal di Douma, dan Polisi Militer Rusia untuk meninjau situasi keamanan. Saat ini kita tidak tahu kapan tim misi pencarian fakta dapat dikerahkan ke Douma," kata pernyataan itu.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, mengungkapkan Indonesia memang terpilih sebagai Dewan Eksekutif Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) periode 2018-2019 mewakili Asia Pasifik. Namun, hal itu tidak berarti Indonesia akan turun langsung dalam serangan ke Suriah.

"Kita mulai menduduki posisi itu pada Mei. Dewan eksekutif ialah bagian eksekutif OPCW yang membahas isu terkait dengan masalah senjata dan sebagainya, bukan turun langsung," ungkapnya seusai media briefing di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kemarin.

Beberapa waktu lalu Indonesia telah mengeluarkan pernyataan mengenai perkembangan di Suriah dan mengecam keras penggunaan senjata nuklir serta senjata kimia oleh siapa pun.

Selain itu, Indonesia meminta semua pihak memperhatikan aspek kemanusiaan, khususnya perempuan dan anak-anak. Indonesia juga mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk menghormati hukum internasional, terutama yang terkait dengan proses perdamaian di Suriah untuk diselesaikan melalui meja perundingan.

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More