Lihat Potensi Diri

Penulis: Wnd/M-3 Pada: Sabtu, 21 Apr 2018, 00:45 WIB Humaniora
Lihat Potensi Diri

MI/SUMARYANTO BRONTO

LAHIR sebagai anak keempat dengan kondisi tidak bisa mendengar (tunarungu) tidak menjadikan Mita takut menggapai mimpinya. Jika tidak menggunakan alat bantu dengar, Mita tidak bisa mendengar sama sekali pembicaraan orang lain.

Pernah tidak naik kelas dan diminta pindah ke sekolah luar biasa (SLB) justru membuat semangatnya semakin menggebu. Ia merasa tidak pernah puas belajar di SLB karena mata pelajaran yang sedikit dan tenaga pengajar yang kurang berkompeten. Ia merengek kepada kedua orangtua agar kembali dipindahkan ke sekolah umum. Tak hanya belajar sesuai dengan kurikulum, Mita juga aktif pada kegiatan nonformal dan ekstrakurikuler di sekolahnya.

"Saya pernah ditunjuk sebagai mayoret untuk lomba marching band, sampai bilang pak guru bercanda kan saya tunarungu, tetapi pelatih saya bilang saya normal dan pasti bisa. Ternyata saya berhasil menjadi mayoret terbaik," ungkap Mita dengan muka semringah.

Pengalaman itu membekas dan menjadikan dirinya tidak pernah merasa rendah jika dibandingkan dengan teman-teman lainnya, pun dengan sikap kedua orangtua yang tidak pernah membedakan meskipun dua saudara kandungnya memiliki pendengaran normal.

Ayahnya kerap membawa keenam anaknya ke kantor dan mengenalkan kepada rekannya empat anaknya tunarungu. Itu membuat Mita percaya diri dan terus melaju pesat hingga kini menjadi dosen sekaligus murid di program doktor di Institut Teknologi Bandung.

Yayasan

Keberhasilannya tidak membuat Mita lantas asyik dengan pengembangan dirinya semata. Ia justru mendirikan yayasan tunarungu sehat jiwa raga untuk bisa menjadi pusat informasi pendidikan maupun lapangan kerja bagi tunarungu.

Pelatihan dan sosialisasi pun gencar dilakukan. Untuk wilayah DKI Jakarta saja tercatat ada 800 orang mengikuti pelatihan. Sementara itu, untuk wilayah lain, ada 2.081 orang dengan pengecualian daerah Indonesia bagian timur yang belum bisa dijangkaunya.

"Saya ajari supaya terus memiliki pikiran positif pada diri, mendalami potensi yang dimiliki. Banyak penyandang tunarungu itu tidak tahu cita-cita, lalu saya jelaskan dengan contoh, ya kemudian mereka mengerti. Seusai pelatihan, beberapa dari mereka ada yang lantas minta pindah ke sekolah umum, saya senang sekali," imbuh perempuan yang bercita-cita memiliki sekolah khusus tunarungu bertaraf internasional.

Selama ini kegiatan yayasan memiliki dana yang bersumber dari pribadi, perusahaan, serta pemerintah yang juga percaya pada apa yang Mita kerjakan. Ia ingin menjadi contoh bagi kaum tunarungu agar bisa berhasil asalkan fokus pada kelebihan dan tak henti berusaha. Perjuangan menjadi lebih baik juga merupakan upaya untuk meningkatkan derajat diri di hadapan Allah SWT.

Di akhir acara, Mita menjadi perwakilan untuk menerima kerja sama antara Kick Andy Foundation dengan Starkey Hearing Foundation, yang telah memberikan bantuan alat dengar kepada penyandang tunarungu. Jika seseorang tidak bisa menguasai bahasa, ia tidak akan mampu mengembangkan diri untuk lebih baik lagi.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More