Cita Rasa Pegunungan Alpen dalam Segelas Minuman

Penulis: Ghani Nurcahyadi Pada: Jumat, 20 Apr 2018, 11:02 WIB Katalog Belanja
Cita Rasa Pegunungan Alpen dalam Segelas Minuman

DOK 1883 MAISON ROUTIN

NAMA 1883 Maison Routin sebagai produsen sirup dengan cita rasa yang autentik sudah tersohor di dunia. Setidaknya 80 negara telah menikmati sirup yang berusia lebih dari satu abad itu. Mulai akhir tahun lalu, produk yang diekspor langsung dari pegunungan Alpen, Prancis, tersebut resmi beredar di Indonesia.

Hal itu terwujud melalui kerja sama PT Sukanda Djaya dengan 1883 Maison Routin. Lewat kerja sama tersebut, Sukanda Djaya menjadi distributor resmi 1883 Maison Routin di seluruh Indonesia.

General Manager Fine Food and Beverage Division Sukanda Djaya, Jong Fan Nie, mengatakan pihaknya menggandeng 1883 Maison Routin karena ingin lebih memperkenalkan sirup ternama yang berada di Routin SAS itu kepada publik Indonesia. Nama besar Maison Routin menjadi jaminan sehingga sirup tersebut dapat sambutan baik di masyarakat.

“Sirup ini berasal dari pegunungan Alpen yang masih memiliki air jernih. Makanya, kami ingin mendistribusikan 1883 Maison Routin kepada masyarakat Indonesia,” ujar Jong Fan Nie saat grand launching 1883 Maison Routin di kawasan Pusat Niaga Terpadu Sudirman (SCBD), Jakarta, Rabu (18/4).

Layaknya sirup, 1883 Maison Routin memberikan campuran rasa yang unik saat dicampur dalam minuman. Sirup tersebut setidaknya cocok dicampurkan pada minuman berbasis kopi, cocktail, mocktail, minuman bersoda, dan granitas. Rasanya yang unik, menurut Fan Nie, juga bisa meringankan minuman beralkohol.

Saat ini, di pasaran sudah tersedia 14 varian rasa 1883 Maison Routin di Indonesia. Sukanda Djaya berencana membawa 30 varian rasa lain ke Indonesia dari total 60-an varian rasa yang dimiliki Maison Routin. Sambutan pasar di kawasan Sumatra, Jawa, dan Bali sangat bagus.

“Kami sangat optimistis ini bisa diterima pasar karena rasa yang amat kuat dari 1883 Maison Routin. Kalau merek lain takaran 30 ml baru terasa, Maison Routin sudah dapat dirasakan dengan takaran 20 ml. Secara produksi, 1883 juga lebih alami karena langsung diimpor dari pegunungan Alpen,” ujar Fan Nie.

Edukasi masyarakat
Lewat 1883 Maison Routin, Sukanda Djaya juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa sirup yang baik punya cita rasa alami, bukan hanya rasa manis yang terasa. Di Maison Routin, beberapa varian rasa bahkan memberikan varian rasa yang unik jika dibandingkan dengan merek sirup lain.

Mixologist yang juga duta global Maison Routin, Mihails Minckovskis, juga sempat menunjukkan cara terbaik mencampur sirup Maison Routin yang ia kreasikan dalam sejumlah minuman seperti cocktail dan mocktail. Hasilnya, rasa dari sirup Maison Routin sangatlah terasa tanpa memberikan efek manis yang berlebihan.

Cyndie Adam, Export Sales Manager South East Asia-Pacific Maison Routin, berharap produk keluaran perusahannya bisa diterima dengan baik oleh publik Indonesia dan memberikan pengalaman mencicipi minuman dengan rasa khas di setiap jenis minuman yang dikonsumsi.

Di Indonesia, Maison Routin dijual dengan harga Rp150 ribu hingga Rp170 ribu berukuran botol sebesar 1 liter. Harga tersebut sangat bersaing dengan merek lain yang kebanyakan dijual dengan ukuran 700-750 ml.

“Saat ini kami sudah mencapai target dari Maison Routin yang ingin sampai akhir tahun nanti masuk lima kontainer ke Indonesia. Artinya, pasar merespons dengan baik,” tandas Fan Nie. (S-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More