Tarik Wisman, Kemenpar Bikin Promo Diskon Wisata ke Kepri

Penulis: Suryani Wandari Putri Pertiwi Pada: Kamis, 19 Apr 2018, 23:04 WIB Weekend
Tarik Wisman, Kemenpar Bikin Promo Diskon Wisata ke Kepri

Suryani Wandari Putri Pertiwi
Menteri Pariwisata Arief Yahya pada peluncuran Program Hot Deals Kepri 2018 bertema ‘HOT DEALS 365 Everyday is Hot Deals Offers in Batam and Beyond’, di Planet Holiday Hotel & Residence Batu Ampar Batam, Kamis (19/4).

MENTERI Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan Kemenpar untuk terus menarik wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia, terutama di kawasan cross border di Kepulauan Riau (Kepri).

Didampingi Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Kemenpar meluncurkan Program Hot Deals Kepri 2018 bertema ‘HOT DEALS 365 Everyday is Hot Deals Offers in Batam and Beyond’, di Planet Holiday Hotel & Residence Batu Ampar Batam, Kamis (19/4). Tujuannya, untuk menjaring lebih banyak turis dari Singapura dan Malaysia ke Batam dan Bintan Kepulauan Riau.

Program ini merupakan salah satu langkah strategis dalam upaya mendukung pencapaian target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman). Pelaksanannya, ialah konsep sharing economy yaitu menjual barang atau jasa yang tidak laku (excess capacity) dengan memberikan diskon yang besar.

Dengan begitu, diharapakan wisman tertarik untuk berkunjung meskipun semula tidak ada rencana untuk melakukan perjalanan wisata ke Indonesia karena adanya tawaran diskon besar.

"Daripada tidak laku dan dibiarkan maka akan lebih baik ditawarkan meski harganya murah," kata Menpar Arief Yahya usai peluncuran.

Sebelumnya hal serupa pun telah diujicoba di Kepulauan Riau tahun lalu, melibatkan komponen pelaku usaha yang bergerak di unsur 3 A (Aksesibilitas, Atraksi, dan Amenitas) yaitu penyelenggara transportasi (pengusaha ferry), akomodasi (hotel dan restoran) dan atraksi (spa dan golf). Hasilnya, berjalan sukses yang dibuktikan dengan penjualan paket wisata sebanyak 105 ribu atau mencapai 100%.

Untuk tahun 2017 Kemenpar memberikan diskon besar hingga 60% off untuk tiket fery, atraksi hingga 50% off, dan akomodasi hotel 8% off. “Kunci sukses uji coba hot deal di Kepri adalah dengan memberikan diskon besar. Maka tahun ini harus kita tingkatkan akselerasinya melalui 500 ribu paket” lanjut Arief Yahya.

Ia pun mengatakan, Kemenpar bersama stakeholer pariwisata menerapkan tiga strategi agar target kunjungan 17 juta wisman tahun ini dapat tercapai. Ketiga strategi tersebut adalah memberikan insentif kepada airlines, program Hot Deals ViWI (Visit Wonderful Indonesia) 2018, serta digital marketing platform competing destination model (CDM) sehigga diharapkan akan mendapatkan tambahan sebanyak 1,5 juta wisman.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman ke Kepri di Januari-Desember 2017 mencapai 2.074.534 kunjungan atau naik 8,04% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya berjumlah 1.920.232 orang. Kunjungan wisman ke Kepri didominasi oleh wisatawan Singapura mencapai 51,17% yang mengunjungi Batam dan Bintan sebagai destinasi favorit mereka.

Untuk mendukung itu, di tahun 2018 Kepri akan mengadakan sekitar 140 event dengan amenitis sekitar 210 hotel, 564 restoran, dan 372 jasa hiburan. Sedangkan untuk aksesibitas sendiri, Kepri memiliki 9 pelabuhan internasional serta 1 bandar udara internasional. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More