Ini Alasan Pencoretan 14 Proyek PSN

Penulis: Erandhi Hutomo Saputra Pada: Kamis, 19 Apr 2018, 16:55 WIB Ekonomi
Ini Alasan Pencoretan 14 Proyek PSN

Bandara sebatik. Foto : Ist

PEMERINTAH telah mengevaluasi daftar proyek strategis nasional (PSN) dan mencoret sebanyak 14 proyek. Alasan utamanya, karena proyek-proyek itu dinilai tidak bisa memasuki proses konstruksi hingga kuartal III 2019.

Dari 245 proyek dan 2 program dalam daftar PSN, pemerintah menyetujui 222 proyek dan 3 program dengan nilai investasi sekitar Rp4.100 triliun.

"Pemenuhan kriteria ini menjadi syarat yang penting agar memberi kepastian waktu pelaksanaan," ujar Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo di Gedung Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis (19/4).

Secara rinci, ia membeberkan alasan dikeluarkannya beberapa proyek dari daftar PSN. Pertama, proyek Jalan Tol Waru (Aloha)-Wonokromo- Tanjung Perak, Jawa Timur sepanjang 18,2 km. Wahyu mengatakan proyek itu dikeluarkankarena Pemkot Surabaya belum mau merealisasikan proyek senilai Rp11,1 triliun.

"Keinginan pemda untuk tidak bangun proyek itu sehingga RTRW khususnya di kota belum disesuaikan pasti tidak akan mungkin pembangunan fisik di kuartal III 2019 karena ada kajian yamg perlu disiapkan," sebutnya.

Lalu untuk proyek Bandara Sebatik di Kalimantan Utara, Wahyu menilai proyek tersebut belum diperlukan dalam waktu dekat. Pasalnya usulan lokasi Bandara Sebatik yang berdekatan dengan Bandara Nunukan.

"Sehingga mungkin saat ini cukup pelayanan melalui Bandara Nunukan," ucapnya.

Adapun untuk proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Merauke, Papua, Wahyu mengaku masih perlu ada penyempurnaan masterplan terkait lokasi yang akan dijadikan KEK. Sebab dalam masterplan yang ada terdapat masalah terkait lahan produksi yang masuk dalam desain KEK.

"Masalah lahan tidak cepat selesainya maka KEK masih bisa didorong dan semua KEK ada PP sendiri. Kalau bisa selesai masterplannya diperbaiki melalui jalur PP tidak harus PSN," ucapnya.

Selanjutnya proyek MRT Jakarta koridor East-West senilai Rp83,9 triliun. Wahyu menilai proyek tersebut masih dalam proses kajian sehingga tidak mungkin bisa memulai konstruksi pada kuartal III 2019.

"Belum bisa fisik tapi bukan berarti tidak dibangun, ini akan tetap kita dorong untuk dilakukan karena kebutuhan transportasi yang tinggi," sebutnya.

Proyek Kereta Api Paling Banyak
Selain itu, proyek PSN yang paling banyak dikeluarkan adalah proyek Kereta Api di Sumatera, yakni sebanyak 5 proyek. Menurut Wahyu, dikeluarkannya 5 proyek itu karena seluruhnya masih dalam tahap kajian sehingga diperkirakan tidak akan bisa memulai konstruksi pada kuartal III 2019.

"Kalau kajian selesai baru amdal, sehabis itu melakukan kajian trase yakni titik mana yang akan dilewati (kereta), baru kemudian pembebasan lahan setelah itu konstruksi. Jadi memang (prosesnya masih) panjang," tukasnya.

Meski dikeluarkan dari PSN, Wahyu mengatakan bukan berarti proyek-proyek tersebut tidak akan dibangun. Sebab proyek-proyek tersebut tetap masuk dalam RPJMN pemerintah. Sehingga tetap akan dibangun diluar skema PSN.

Ia mencontohkan proyek non PSN yang tetap dibangun adalah jalan trans Papua. Selain itu Kemenhub yang akan membangun 3 bandara di Papua meski bukan PSN. "Jadi membangun infrastruktur tidak harus PSN," pungkasnya. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More