Saksi Kunci untuk Jerat Nurhadi, Masih Diburu KPK

Penulis: Sri Utami Pada: Kamis, 19 Apr 2018, 16:44 WIB Politik dan Hukum
Saksi Kunci untuk Jerat Nurhadi, Masih Diburu KPK

ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap mencari keberadaan mantan petinggi Lippo Grup yang diduga kuat mengetahui alur perkara suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edi Nasution.

Ketua KPK, Agus Raharjo mengatakan pihaknya masih mencari keberadaan saksi tersebut. "Yang dulu petinggi perusahaan itu belum ketemu sampai sekarang. Kami masih kehilangan jejak itu," ujarnya di Jakarta, Kamis (19/4).

Saksi yang diklaim Agus hingga kini menghilang tersebut, merupakan saksi kunci dan penting yang mengetahui peran mantan sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dalam mengatur berbagai perkara.

"Kami masih cari terus karena dia saksi penting, kunci. Menemukan kunci ini yang penting," imbuhnya.

Sebelummya KPK telah menerbitkan sprindik kepada bekas petinggi Lippo Group Eddy Sindoro terkait dengan suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edi Nasution. Dalam surat dakwaan terhadap Edy, Nurhadi disebut meminta uang Rp3 miliar untuk turnamen Persatuan Tenis Warga Pengadilan.

Agus Rahardjo saat itu menyatakan sprindik itu diterbitkan untuk menelusuri kembali keterlibatan mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dalam perkara tersebut. Termasuk kaitan dengan perkara suap panitera/sekretaris PN Jakarta Pusat Edy Nasution. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More