Paparan Cahaya Lampu Beri Efek Buruk pada Kesehatan Anak

Penulis: Raka Lestari Pada: Kamis, 19 Apr 2018, 15:20 WIB Humaniora
Paparan Cahaya Lampu Beri Efek Buruk pada Kesehatan Anak

Ilustrasi

STUDI ilmiah terbaru menunjukkan bahwa paparan cahaya lampu yang terang pada malam hari dapat menekan produksi melatonin pada anak-anak usia sekolah. Supresi melatonin menjadi penanda gangguan ritme sirkadian.

Supresi melatonin, dimana tubuh berhenti memproduksi hormon ini dimulai pada 10 menit pertama dan terus berlanjut setiap jamnya.

Melatonin adalah hormon yang penting untuk ritme sirkadian yang sehat dan berfungsi untuk memicu tidur yang nyenyak. Gangguan pada hormon ini dapat mengurangi kualitas tidur dan menyebabkan masalah serius lainnya dalam jangka panjang.

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Colorado tersebut dilakukan berdasarkan studi yang dilakukan tahun 2015 terhadap anak-anak dan remaja usia 9 hingga 16 tahun. Penelitian tersebut menggunakan cahaya dengan tiga tingkatan yang berbeda, yaitu redup, normal, dan terang.

Hasilnya, cahaya redup menekan melatonin sekitar sembilan persen, cahaya normal sekitar 26 persen, dan cahaya terang sekitar 37 persen pada anak-anak yang lebih muda, dan tidak terlalu berpengaruh banyak pada orang dewasa.

SSelain itu terlalu banyak cahaya pada malam hari dapat menjadi masalah bagi kesehatan anak-anak, di antaranya dapat menyebabkan permasalahan serius seperti, depresi, bunuh diri, dan kanker.

Terlalu banyak paparan cahaya listrik pada malam hari atau yang biasa disebut "polusi cahaya" adalah salah satu masalah yang cukup banyak terjadi di dunia modern.  (Medcom/OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More