Persiapan Annual Meeting IMF-World Bank di Bali Sudah 67%

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Kamis, 19 Apr 2018, 08:05 WIB Ekonomi
Persiapan Annual Meeting IMF-World Bank di Bali Sudah 67%

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (tengah) berbincang dengan panitia IMF-World Bank Annual Meetings 2018 dan pengelola Garuda Wisnu Kencana (GWK) saat meninjau kawasan GWK, Badung, Bali, Kamis (29/3).

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan persiapan Annual Meeting IMF-World Bank pada Oktober 2018 di Bali, sudah mencapai 67%.

Pertemuan tahunan ini nantinya akan terkonsentrasi di daerah Nusa Dua, yang terletak di bagian paling selatan Pulau Bali berjarak sekitar 30 menit berkendara dari bandara internasional Ngurah Rai Bali.

"Bagi sebagian dari Anda yang mungkin penasaran, tempat ini berjarak sekitar 100 kilometer dari Gunung Agung, yang terletak di bagian Timur Laut Bali Pulau," ujar Menko Luhut dalam "briefing" yang diselenggarakan di kantor pusat IMF, Washintong DC, Amerika Serikat,  Kamis (19/4).

Menko Luhut didampingi Menkominfo Rudiantara, Menkeu Sri Mulyani menambahkan untuk mendukung kegiatan ini telah mendapatkan kontrak dengan 21 hotel, membuka lebih dari empat ribu kamar untuk delegasi resmi, 89 tempat untuk ruang pertemuan, hampir enam ratus ruang kantor, dan 55 pusat bisnis.

Untuk masalah transportasi Indonesia akan menyediakan sedan untuk IMF – World Bank dari 189 negara anggota. Akan ada pengaturan khusus dari kantor Presiden untuk Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara yang kebetulan menghadiri Pertemuan Tahunan.

Sedangkan delegasi lainnya, akan disediakan sekitar 250 bus yang akan digunakan sebagai angkutan antar tempat dan tempat penting selama Pertemuan Tahunan. Untuk keamanan, semua kendaraan yang memasuki daerah Nusa Dua akan diminta stiker khusus. Hal ini untuk membantu kemacetan lalu lintas.

Selanjutnya, hal yang paling sensitif rencana pengamanan dan evakuasi. Tim Keamanan Indonesia, yang dipimpin oleh TNI dan Polri, area keamanan untuk poin-poin penting seperti venue Utama, bandara, dan tempat resepsi di Garuda Wisnu Kencana.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan prosedur keselamatan untuk acara dilaksanakan dengan standar tertinggi, sementara pada saat yang sama meminimalkan gangguan dan memastikan tingkat kenyamanan para peserta," ungkap Menko Luhut.

Sedangkan untuk situasi darurat telah direncanakan evakuasi yang telah kami telah didiskusikan menyeluruh dengan IMF – Wold Bank. Selain itu, tim telah melakukan proses persiapan nasional untuk membuat rencana evakuasi komprehensif yang mencakup beberapa skenario peristiwa seperti letusan, gempa bumi, dan tsunami. Secara historis, Pulau Bali tidak pernah mengalami tsunami. Namun, semua hotel di daerah Nusa Dua telah disertifikasi untuk prosedur antisipasi tsunami.

Juga sudah membuat skenario ekstrim di mana semua peserta harus dievakuasi dari Pulau Bali, tim telah menyiapkan protokol untuk melaksanakan evakuasi tersebut, dan sumber daya yang cukup berdedikasi untuk itu.

Isu lainnya yaitu layanan medis di mana persiapan berbagai fasilitas medis, termasuk klinik di tempat, klinik satelit, dan rumah sakit rujukan, termasuk semua peralatan dan personel yang diperlukan telah dipersiapkan dengan maksimal.

Selanjutnya untuk IT / AV, infrastruktur akan siap untuk diuji pada bulan Juli dan siap digunakan pada Agustus 2018.

Hal lainnya terkait dengan izin kedatangan Pemerintah Indonesia akan menyediakan fasilitas bebas visa untuk 169 negara, visa kedatangan untuk 68 negara, dan visa bersyarat pada saat kedatangan. "Pada dasarnya, semua anggota IMF - WB akan difasilitasi dengan perhatian khusus dari kantor imigrasi kami untuk tujuan acara ini. Kami juga akan membentuk tim tugas khusus untuk mengantisipasi peningkatan aplikasi yang signifikan selama Pertemuan Tahunan,"ujar Menko Luhut.

Untuk bea cukai, pemerintah Indonesia akan mengeluarkan tanda bagasi unik yang diharapkan dapat digunakan oleh delegasi sehingga dapat membantu mempercepat proses penanganan bagasi selama kedatangan dan keberangkatan peserta dari Bali.

Selanjutnya, untuk membantu delegasi selama mereka tinggal di Bali, tim akan menyediakan petugas penghubung khusus untuk setiap Gubernur IMF - WB. Juga, sebagai bagian dari perhotelan, Pemerintah Indonesia akan menyediakan beberapa souvenir untuk delegasi resmi.

Selanjutnya beberapa delegasi berencana untuk membawa keluarga mereka ke Bali, pemerintah memberikan program pasangan atau keluarga dan program jurnalis. Direncanakan ada tiga paket kunjungan dan kegiatan budaya sehari penuh yang terletak di bagian Utara, Barat, dan Timur Bali. Program-program ini memiliki kapasitas untuk maksimum 600 pasangan dan 100 jurnalis berdasarkan siapa yang datang bersama mendapatkan kesempatan yang pertama.

Sedangkan untuk konten pertemuan secara umum, akan ada tiga kegiatan utama yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia terkait dengan perannya sebagai Negara Tuan Rumah Pertemuan Tahunan.

Pertama adalah pertemuan Pemimpin ASEAN, untuk mengadakan pertemuan informal antara 10 Pemimpin ASEAN, Direktur Pelaksana IMF, dan Presiden Bank Dunia. Tujuan utamanya untuk acara ini adalah untuk menunjukkan komitmen para pemimpin ASEAN untuk mendukung IMF dan peran Bank Dunia dalam mengatasi tantangan pembangunan.

Kedua, adalah acara ramah tamah akan memberikan kesempatan bagi para peserta Pertemuan Tahunan untuk mengalami beberapa warisan budaya Indonesia dalam bentuk Festival Makanan Indonesia, Pertunjukan Budaya, dan Paviliun Indonesia di mana para peserta dapat melihat beberapa pameran seni dan kerajinan, pameran pariwisata, serta beberapa informasi tentang perkembangan pembangunan Indonesia saat ini terutama yang berhubungan dengan infrastruktur.

Terakhir adalah hajatan tuan rumah, di mana mengundang semua Gubernur dan semua delegasi resmi untuk bergabung dengan resepsi yang akan diselenggarakan oleh Presiden Indonesia pada Jumat malam, 12 Oktober.

Sebelum menutup "briefing" Menko Luhut menyinggung tentang situasi terbaru Gunung Agung. Pemerintah Indonesia memahami bahwa status gunung berapi telah menjadi pusat perhatian dari media internasional tahun lalu. Kami terus memantau aktivitas gunung berapi, dan menerima masukan dari otoritas terkait.

"Hari ini, kami dapat melaporkan kepada Anda bahwa aktivitas gunung berapi telah berkurang secara substansial, dan status siaga juga telah berkurang secara signifikan ke area radius 4 km dari kawah gunung berapi, yang hanya sekitar kurang dari 1 persen dari keseluruhan wilayah pulau Bali," tambah Menko Luhut.

Menko Luhut menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia siap untuk keberhasilan Pertemuan Tahunan 2018. Pemerintah Indonesia sangat menghargai atas kerja sama dari Sekretariat Tim Rapat IMF-WB. Menko Luhut berharap Pertemuan Tahunan 2018, akan berkontribusi pada tujuan bersama yaitu untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem dan mempromosikan kemakmuran bersama.(X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More