BI Proyeksikan Kredit Maret Tumbuh 8%-9%

Penulis: M Taufan SP Bustan Pada: Kamis, 19 Apr 2018, 05:30 WIB Ekonomi
BI Proyeksikan Kredit  Maret Tumbuh 8%-9%

ANTARA FOTO

BANK Indonesia (BI) melihat kredit perbankan akan bertumbuh pada kisar­an 8%-9% (tahun ke tahun/yoy) pada Maret 2018, atau menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan Januari dan Februari 2018 yang masing-masing hanya tumbuh 7,4% (yoy) dan 8,2% (yoy).
“Pertumbuhan kredit lebih baik jika dibandingkan dengan Februari. Maret kita melihat di 8%-9% (yoy),” ungkap Gubernur BI Agus Martowardojo kepada pers di Jakarta, Rabu (18/4).

Dengan melihat laju kenaik­an kredit pada Maret itu, Agus menyampaikan intermediasi kredit perbankan sepanjang 2018 masih sesuai dengan sasaran bank sentral agar mampu bertumbuh pada 10-12% (yoy) untuk keseluruhan tahun.
Ia berharap mulai menggeliatnya pembiayaan dari bank diharapkan bisa menstimulasi perekonomian domestik agar mampu bertumbuh sesuai dengan target pada kisaran 5,1%-5,5% (yoy) tahun ini.

“Ini adalah bentuk pemulih­an Indonesia. Mungkin pertumbuhan DPK (dana pihak ketiga) masih lebih rendah, tetapi kredit lebih baik,” katanya sebagaimana dikutip dari Antara. Namun, ia meng­akui pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan pada triwulan I 2018 masih melambat.

Secara terpisah, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan meskipun bertumbuh, permintaan kredit baru belum sesuai dengan ekspetasi. Dody melihat permintaan pembiayaan kini banyak difasilitasi pasar modal melalui penerbitan surat utang. “Kredit baru sampai saat ini turun lantaran permintaan kredit memang belum terlalu besar. Namun, pembiayaan perusahaan nonkredit melalui pasar keuangan, penerbitan surat utang, beberapa sudah IPO (penawaran umum perdana) untuk sahamnya. Itu yang harus dilihat,” kata Dody seusai dilantik menjadi Deputi Gubernur BI periode 2018-2023 di Mahkamah Agung (MA), Jakarta,  Rabu (18/4).

BI mengincar pertumbuhan kredit berada di 10%-12% (yoy) tahun ini, sementara industri perbankan melalui rencana bisnis bank (RBB) menargetkan pertumbuhan kredit pada 12,22% (yoy).

Dorong kestabilan
Dalam pelantikan yang dipimpin Ketua MA Hatta Ali di Jakarta, kemarin, Dody menyampaikan tantangan ke depan BI akan lebih tinggi. Namun, dengan jabatan baru tersebut, ia berkomitmen akan membawa BI untuk mendorong kestabilan perekonomian Indonesia, dan terus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.

“Ini merupakan iktikad besar BI. Kami di Dewan Gubernur BI, terutamanya saya yang baru saja dilantik, akan terus memegang mandat yang sudah diberikan ini,” tandas Dody. Pengangkatan Dody sebagai Deputi Gubernur BI sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 69/P/2018. Dody merupakan bankir karier bank sentral yang resmi menggantikan seniornya, Perry Warjiyo, lantaran sudah habis masa jabatannya.

Namun, Perry akan kembali ke BI pada 23 Mei 2018 sebagai orang nomor satu di Bank Sentral. Perry Warjiyo akan dilantik menjadi Gubernur BI menggantikan Agus Martowardojo. Dody Budi Waluyo sebelumnya menjabat Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI. (E-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More