Stadion Raqa, Bekas Penjara, Kembali Gelar Turnamen Sepak Bola

Penulis: Irene Harty Pada: Rabu, 18 Apr 2018, 09:56 WIB Internasional
Stadion Raqa, Bekas Penjara, Kembali Gelar Turnamen Sepak Bola

AFP/ Delil souleiman

DALAM balutan baju cerah berwarna putih dan kuning, Aziz al-Sajer, 25, bersama tim sepak bola Al-Rashid terlihat melakukan peregangan dan pemanasan sebelum berlari ke tanah lapang Stadion Raqa yang penuh sorotan matahari.

Mereka berkumpul untuk turnamen playoff antara klub lokal dengan puluhan penggemar turut menyemangati mereka dari tribun metal yang penyok oleh serangan pengusiran Islamic State (IS) pada tahun lalu.

Ya, tepat di bawah para penggemar itu adalah kamar-kamar bekas penjara IS yang terkenal kejam.

Sebelum bergabung dengan rekan timnya, Sajer melihat sekeliling penjara itu mengingat satu bulan dari masa lalunya diinterogasi IS setelah membelot dari tentara Suriah.

Kenangan gelap tentang tiga tahun pemerintahan IS atas Raqa yang dengan kejam menegakkan interpretasi ultraketat terhadap hukum Islam.

"Kami biasa menyelinap hanya untuk bermain olahraga. Itu tidak secara resmi dilarang, mereka hanya membencinya. Mereka melarang logo olahraga pada pakaian, seperti Real Madrid atau Barcelona. Anda bisa dipenjara karenanya," kenang Sajer.

Ironisnya, hanya karena persoalan itu, banyak orang dipenjara di bawah stadion.

Tampak selongsong peluru masih berserakan di dekat lapangan dan dinding kotor dari ruangan remang-remang di bawah tanah ditandai dengan tulisan tangan mantan tahanan, 'Ya Tuhan, tolong kami'.

"Penjara di belakang saya sekarang di masa lalu. Semua sudah berakhir, dan sekarang kita bisa beristirahat," katanya.

Tahun lalu, Pasukan Demokrat Suriah yang didukung Amerika Serikat (AS) melakukan pertempuran sengit untuk menggulingkan IS dari Raqa dan stadion itu menjadi tempat terakhir IS.

Enam bulan kemudian, lapangan penuh dengan kehidupan ketika tim dari daerah SDF yang berbeda beraksi di lapangan.

Turnamen itu diselenggarakan Raqa Civil Council, komite lokal afiliasi SDF yang bertugas menjalankan urusan kota.

Nashwa Ramadhan, Wakil Ketua Komite Olahraga dan Pemuda RCC, mengatakan kejuaraan sepak bola adalah yang pertama sejak aturan IS berakhir.

"Kami telah membuat stadion tempat untuk olahraga lagi. Daesh hilang, dan dengan itu, ketakutan. Kami bahkan punya rencana untuk olahraga wanita," kata Ramadhan, menggunakan akronim bahasa Arab untuk IS.

Saat ini, Al-Rashid sedang melawan Al-Sad, tim dari kota terdekat Tabqa yang juga diambil alih dari IS oleh SDF.

Para penggemarnya pun bersorak menyemangati, "Al-Sad, Al-Sad, di mana gol keempat?" memanggil satu pendukung Tabqa, sedangkan yang lainnya bersorak, "Bagus, bagus!"

Salah satu penggemar, Mohammad al-Haruni, mengaku senang semuanya kembali normal dan berharap kedepannya akan lebih baik.

"Para hisba (polisi agama) akan memberi tahu kami, 'jihad adalah latihan terbaik,'" kenang Haruni. (AFP/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More