Mau Bangun Kampung Akuarium, Pemprov Jangan Langgar Tata Ruang

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 20:43 WIB Megapolitan
Mau Bangun Kampung Akuarium, Pemprov Jangan Langgar Tata Ruang

MI/MOHAMAD IRFAN
Warga Kampung Akuarium bersantai dan melakukan aktifitas pada shelter yang dibangun Pemprov DKI Jakarta di di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (15/4)

GUBERNUR Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno diingatkan untuk tidak melanggar aturan tata ruang ketika menata kembali Kampung Akuarium, Jakarta Utara. Sebab, menurut dia Kampung Akuarium semestinya bukan untuk kawasan pemukiman.

"Lihat dulu tanah itu peurntukannya untuk apa. Itu kan trase, setelah jalan ada taman, tanggul, baru laut. Sesuaikan saja dengan peruntukannya," kata Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bestari Barus di DPRD DKI Jakarta, Selasa (17/4).

Menurut dia, tidak semestinya Anies-Sandi mendirikan bangunan di kawasan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Bestari juga tidak terima ketika penataan itu dilakukan atas dasar diskresi gubernur, mengingat adanya janji politik Anies-Sandi untuk membangun kembali Kampung Akuarium.

"Jadi saya bukannya tidak mendukung program gubernur, tapi saya minta gubernur tidak mendirikan bangunan di lahan yang tidak sesuai peruntukannya," tegas Bestari.

Kampung Akuarium merupakan kawasan pendukung cagar budaya seperti Pasar Ikan dan Kota Tua. Lalu di salah satu sisinya juga terdapat area untuk ruang terbuka hijau, mendukung aliran air yang ke laut. Dalam peta tata ruang DKI Jakarta, Kampung Akuarium tercantum sebagai zona milik pemerintahan daerah. ()L-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More