Surplus Pangan Merauke Mengalir ke Negara Tetangga

Penulis: M Taufan SP Bustan Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 20:40 WIB Politik dan Hukum
Surplus Pangan Merauke Mengalir ke Negara Tetangga

MI/M Taufan SP Bustan

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) mengaku panen raya padi yang ada di Desa Margamulya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua,  merupakan sesuatu yang luar biasa karena para petani mampu mengelola swasembada pangan yang hasilnya bisa mencukupi daerah lain. 

"Ini surplusnya luar biasa dan ini belum selesai, masih dalam tahap-tahap awal membangun kembali. Karena Merauke total potensi sawahnya itu 1,2 juta hektare," terang Wiranto seusai menghadiri panen raya di Desa Margamulya, Selasa (17/4). 

Sekarang, kata dia, pemerintah Merauke sedang menggenjot perluasan tanaman pangan khususnya padi, itu dilakukan karena dari jumlah 1,2 juta hektare potensi sawah, baru 80 hektare yang ditanami dan baru saja melakukan panen raya. 

"Sehingga dengan meningkatnya areal sawah tentunya akan lebih bagus lagi. Apa yang terjadi di Merauke sesuatu yang sangat membanggakan dan menggembirakan kita semua," ungkap Wiranto. 

Pada kesempatan itu, Menko-Polhukam juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Merauke Frederikus Gebze yang sudah berkoordinasi dengan baik dan memberikan kesempatan bagi petani untuk bisa mengembangkan usaha pertanian serta menghasilkan sesuatu yang baik.

"Tentunya ini harus dikembangkan lagi," tandas Wiranto.

Bupati Merauke sangat menyambut baik apresiasi dari pemerintah pusat. Dia menegaskan pemerintahan yang dipimpinnya tidak akan pernah main-main dalam pengembangan semua komoditas yang ada di Merauke.

"Kami sangat optimistis capaian pangan di daerah kami sendiri bisa terus baik, hingga akhirnya nanti bisa memberi makan ke daerah lain," ujar Frederikus.

Menurutnya, sejauh ini hasil pangan Merauke sebenarnya sudah dirasakan oleh sejumlah kabupaten tetangga termasuk negara tetangga.  "Ya, hasil panen pangan kami juga sudah dinikmati masyarakat di Papua Nugini," imbuh Frederikus. (A-5) 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More