Sebulan Audit Tidak Rampung, DPR Desak Facebook Diblokir

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 19:35 WIB Humaniora
Sebulan Audit Tidak Rampung, DPR Desak Facebook Diblokir

AFP

FACEBOOK didesak harus segera menyelesaikan audit dan investigasi terhadap pihak ketiga yang memeroleh dan memberikan data pengguna kepada pihak lain, secara ilegal.

"Data itu harus kita tahu jatuh ke tangan siapa dan dipakai untuk apa," kata Anggota Komisi I DPR RI Meutya Hafid saat ditemui seusai RDPU dengan perwakilan Facebook di Gedung Nusantara II DPR RI, Selasa (17/4).

Dia menilai Facebook tidak memiliki sanksi yang tegas terhadap pihak-pihak yang membocorkan data pengguna secara ilegal. Padahal, Facebook memiliki kesepakatan dengan pihak ketiga untuk tidak membagikan data pengguna.

"Kasus ini menunjukkan belum maksimalnya Facebook melakukan perlindungan data konsumen. Ada aturan banyak tapi tidak ada sanksi yang berat kepada pelanggar. Penutupan aplikasi pihak ketiga merupakan sanksi yang sangat ringan," jelasnya.

Meutya menyatakan penyelesaian kasus kebocoran data 1,09 juta pengguna Facebook di Indonesia tidak cukup dengan permintaan maaf semata.

"Kita lihat dalam waktu satu bulan ini. Tidak menutup kemungkinan opsi penutupan sementara layanan Facebook. Itu akan dibicarakan dulu dengan pemerintah," ujarnya.

Menurutnya, harus ada perbaikan sistem perlindungan data pribadi secara mendasar yang dilakukan Facebook. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More