Bantu Siswa Curangi Ujian, Guru Divonis Penjara

Penulis: Irene Harty Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 18:23 WIB Internasional
Bantu Siswa Curangi Ujian, Guru Divonis Penjara

Ilustrasi

SEORANG guru privat di Singapura telah divonis bersalah atas skema rumit untuk membantu siswa sekolah menengah Tiongkok menyontek dalam ujian menggunakan ponsel dan perangkat seluler lainnya. Tan, yang akan dijatuhi hukuman bulan depan, sempat menghadapi hukuman penjara hingga tiga tahun dan denda.

Tan Jia Yan, 32, mengaku bersalah pada Senin (16/4) karena rencana membagi jawaban untuk ujian O-Level ke setidaknya enam siswa melalui ponsel yang disembunyikan di bawah pakaian mereka dan terhubung secara nirkabel ke earphone berwarna kulit.

Kecurangan ujian itu terjadi pada Oktober 2016 yang dilakukan para siswa di pusat bimbingan belajar tempat Tan mengajar. Para siswa di negara bagian sering mengeluarkan biaya tambahan untuk memiliki peluang yang lebih baik lulus ujian kunci seperti O-Level, yang menentukan mereka memenuhi syarat untuk jalur langsung ke universitas.

Rincian kasus yang diberikan oleh Jaksa Agung mengatakan Tan bersekongkol dengan tiga kaki tangannya untuk menipu Dewan Pengkajian dan Penilaian Singapura.

Pada hari ujian, para siswa dibuat untuk menyembunyikan ponsel dan perangkat Bluetooth di bawah pakaian mereka dan memakai earpiece. Tan, yang ada di sekitar mereka saat mengikuti ujian, memiliki iPhone yang ditempel di area dadanya dan menyembunyikan perangkat itu dalam jaket.

"Setelah tes dimulai, Tan menggunakan aplikasi obrolan video iPhone, FaceTime untuk terhubung dengan tiga kaki tangannya dan memberikan jawaban langsung dari kertas ujian," kata jaksa pada Selasa (17/4).

Para kaki tangan akan menemukan jawaban atas pertanyaan dan memanggil siswa secara individual untuk menyampaikan jawaban.

"Penyelidikan mengungkapkan bahwa operasi kecurangan canggih di atas berjalan tanpa gangguan dari 19 Oktober hingga 24 Oktober 2016," kata jaksa.

Kecurangan itu terungkap pada hari terakhir ketika salah satu siswa ditangkap setelah seorang pengawas yang mendengar suara transmisi elektronik yang tidak biasa memancar darinya.

Keunggulan akademik sangat dihargai di Singapura yang sering menempati peringkat pendidikan internasional walau sistem tersebut telah dikritik karena menempatkan terlalu banyak tekanan pada anak-anak. (AFP/OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More