Lebih Menguntungkan, Kiwil Ganti Profesi Jual Miras Oplosan

Penulis: Gana Buana Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 18:20 WIB Megapolitan
Lebih Menguntungkan, Kiwil Ganti Profesi Jual Miras Oplosan

ANTARA FOTO/Risky Andriant

SEORANG tersangka pelaku penjual miras oplosan Wildo Pradinata alias Kiwil mengaku berjualan miras oplosan jenis gingseng karena banyak peminatnya sehingga lebih mendatangkan banyak keuntungan.

Bagaimana tidak, dalam sehari ia bisa menjual miras oplosan hingga 20 kantong. Penjualan akan meningkat pada saat akhir pekan hingga ia bisa mengantongi omzet sebesar Rp700 ribu hingga Rp1 juta.

"Pembelinya beragam, dari anak muda sampai orang tua. Tapi saya hanya penjaga toko, ini bukan punya saya,” kata bekas kuli bangunan itu, Selasa (17/4).

Miras oplosan, sambung Kiwil, banyak yang menyukai karena harganya yang murah yakni Rp20 ribu untuk satu liter miras oplosan.

Kiwil bersama Rici Armansyah yang juga menjual miras oplosan jenis ginseng, ditangkap anggota Polres Kota Bekasi pada Selasa (17/4). Dari kedai mereka yang terletak di kawasan Wisma Asri II, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, polisi menyita 16 kantong miras oplosan jenis gingseng, empat kantong plastik berisi alkohol, 10 dus minuman energi, 32 botol minuman bersoda, satu galon air mineral, dan alat takar. Barang tersebut disembunyikan tersangka di dalam ember besar.

Kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Bekasi Utara. Mereka dijerat dengan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsemen dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun dan denda Rp2 miliar.

Dengan tertangkapnya dua orang itu, total tersangka penjual miras  oplosan mencapai lima orang. Sementara korban tewas akibat menenggak miras oplosan di Bekasi mencapai delapan orang. (A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More