Lagi, Penjual Miras Oplosan di Bekasi Ditangkap

Penulis: Gana Buana Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 18:13 WIB Megapolitan
Lagi, Penjual Miras Oplosan di Bekasi Ditangkap

thinkstock

PENJUAL minuman keras kembali ditangkap petugas Polres Kota Bekasi, Selasa (17/4). Kali ini penjual minuman oplosan jenis gingseng, yang dijajakan di kedai jamu di kawasan Wisma Asri II, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Rici Armansyah, 24 dan Wildo Pradinata, 34, ditetapkan sebagai tersangka karena menjajakan minuman mematikan tersebut di toko mminuman oplosan yang berkedok sebagai kedai jamu.

"Modus pelaku jualan jamu, tapi yang mereka jual ukan hanya jamu tetapi juga minuman keras”kata Wakil Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Albert Papilaya Selasa (17/4).

Albert menjelaskan, petugas mendapati barang terlarang tersebut dijual dikedai jamu pada Senin (16/4) malam. Beberapa kantong plastik berukuran satu liter minuman oplosan berjenis gingseng itu pun disita petugas.

Dari pengakuan pelaku, kata Albert, minuman tersebut diproduksi di sebuah rumah kontrakan tak jauh dari tempat berjualan jamu. Polisi pun kemudian bergerak ke lokasi, dan melakukan penggeledahan.

“Kedua tersangka hanya menjual, pembuatnya belum kami temukan,” kata Albert.

Dari kedai mereka polisi menyita, 16 kantong minuman keras oplosan jenis gingseng, empat kantong plastik berisi alkohol, 10 dus minuman energi, 32 botol minuman bersoda, satu galon air mineral dan alat takar. Barang tersebut disembunyikan tersangka di dalam ember besar.

Kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Bekasi Utara. Mereka dijerat dengan Undang-Undang perlindungan konsemen. Ancamannya hukuman penjara selama lima tahun, dan denda Rp2 miliar.

Dengan tertangkapnya dua orang ini, total tersangka penjual minuman keras oplosan mencapai lima orang. Total korban tewas karena minuman keras oplosan di Bekasi tercatata mencapai delapan orang. (OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More