Polres Jakbar Ringkus Spesialis Pembobol ATM

Penulis: Tosiani Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 18:05 WIB Megapolitan
Polres Jakbar Ringkus Spesialis Pembobol ATM

thinkstock

KEPOLISIAN Resor (Polres) Jakarta Barat (Jakbar) berhasil menggulung komplotan pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) yang beroperasi di seluruh wilayah Jakarta. Mereka terdiri dari dua kelompok yang saling mengenal.

"Satu kelompok terdiri dari tiga orang, satu kelompok lainnya terdiri dari lima orang. Satu masih dalam pengejaran jadi ada tujuh orang yang sudah ditangkap. Satunya lagi masih dirawat di rumah sakit," terang Kasat Reskrim Polres Metro Jakbar AKBP Edy Suranta Sitepu, Selasa (17/4).

Ketujuh orang yang langsung ditetapkan sebagai tersangka itu yakni  MY, AS, dan TB (masuk dalam kelompok satu), serta M, RB, MF, dan IM yang tergabung dalam kelompok dua.

Edy menerangkan, aksi mereka adalah dengan mengganjal lubang kartu atm dengan tusuk gigi atau korek api. Dengan modus seperti itu, kelompok satu sudah beraksi di 17 lokasi sejak 2018 dengan total uang yang digasak mencapai Rp300 juta. Sementara kelompok dua beraksi di 36 lokasi sejak 2017 dengan hasil Rp700 jutaan.

"Saat tertangkap mereka berusaha melawan petugas, sehingga harus dilumpuhkan aparat. Dari pengakuan pelaku, kartu-kartu ATM itu didapat dari jaringan copet. Satu tempat bisa sampai tiga sampai sembilan kali. Sekali tarik bisa dapat Rp30 juta-Rp60 juta. Mereka mobile ke seluruh jakarta," ucap Edy.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 93 kartu atm dari berbagai bank, tusuk gigi, uang pecahan Rp50 ribu, telepon seluler, satu jaket warna abu-abu, satu unit mobil merek Honda Mobilio warna putih Nopol B 2282 TKV berikut kunci, dan satu unit mobil honda jazz warna silver bernopol B 1239 KYB berikut kunci mobil dan STNK.

Atas kejahatan pencurian dengan pemberatan yang dilakukannya, para tersangka dijerat pasal 363 KUHP Jo pasal 64 dan 65 KUHP, dengan ancaman pidana paling lama tujuh tahun penjara. (A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More