Kali di Bekasi Tercemar, Dinas UMKM dan LH Beda Pendapat

Penulis: Gana Buana Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 17:50 WIB Megapolitan
Kali di Bekasi Tercemar, Dinas UMKM dan LH Beda Pendapat

ANTARA

KEPALA Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bekasi Karto menampik dugaan yang menyebut perajin batik sebagai penyebab tercemarnya Kali Bojongmenteng, Rawalumbu. Ia yakin akan hal itu karena para perajin batik mayoritas berdomisili di wilayah Mustikajaya, Kota Bekasi.

"Ah tidak ada perajin batik di Rawalumbu, adanya di Mustikajaya," ungkap Karto, Selasa (17/4).

Ia menjelaskan, produksi kain batik dalam skala besar tidak dilakukan di dalam Kota Bekasi. Pasalnya, para pelaku industri rumahan tersebut belum ada yang sanggup membuat sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang sesuai spesifikasi yang disyaratkan.

"Sehingga sangat jarang para perajin batik skala besar punya pabrik di dalam Kota Bekasi. Kalau yang di dalam kota, kebanyakan mereka hanya beli bahan baku dari luar lalu dijahit di sini," jelas dia.

Karto menyebut, saat ini ada sekitar 210.000 pengusaha mikro hingga menengah yang dibina oleh pemerintah. Sehingga jika para pengusaha melanggar aturan, pihaknya akan ikut mengambil tindakan.

"Akan kita bina ke depan, jangan sampai mereka melanggar aturan,” lanjut dia.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menduga para perajin batik menjadi penyebab tercemarnya aliran kali Bojongmenteng di dekat Perumahan Bumi Bekasi Baru, Rawalumbu, sekitar awal April 2018 lalu.

Untuk memastikannya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi masih menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan langkah selanjutnya. Adapun, uji lab tersebut memakan waktu 14 hari kerja.

"Kami masih tunggu. Kalau sudah keluar hasilnya, baru kita publikasikan," ungkap Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas LH Kota Bekasi, Sugiono. (A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More