Kapal Pelayaran Rakyat Tingkatkan Koneksi Antarpulau

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 17:40 WIB Ekonomi
Kapal Pelayaran Rakyat Tingkatkan Koneksi Antarpulau

ANTARA

DALAM upaya meningkatan pelayanan transportasi laut ke daerah-daerah yang lebih dalam dan belum terlayani angkutan kapal perintis, pemerintah terus mengembangkan dan mereformasi pelayaran rakyat (pelra). Salah satunya dengan membangun armada kapal pelra di galangan-galangan kapal tradisional.

Pembangunan kapal pelra tersebut juga merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam meningkatkan usaha ekonomi pelayaran rakyat, baik untuk galangan tradisional maupun masyarakat lokal. Kebijakan itu sekaligus menyediakan lapangan pekerjaan kepada pekerja lokal di sekitar galangan.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Dwi Budi Sutrisno mengatakan Kementerian Pehubungan akan mengusulkan program padat karya bagi pekerja di galangan tradisional tersebut.

Pada 2018 Kemenhub akan membangun 100 unit kapal pelra dengan total alokasi anggaran sebesar Rp250 miliar. Selain itu, dalam waktu dekat Kemenhub bakal menghibahkan 24 unit kapal pelra berukuran 35 gross ton (GT) kepada pemerintah daerah yang dibangun pada 2017 sejak Agustus.

Baca juga : 24 Kapal bakal Dihibahkan ke Pemda

Hibah kepada pemda juga untuk meningkatkan peran serta pemerintah daerah dalam pelayanan transportasi angkutan laut bagi masyarakat lokal di wilayahnya, baik untuk penumpang, barang, maupun wisata.

“Kapal pelra yang dibangun oleh Kemenhub telah dilengkapi dengan fasilitas peralatan keselamatan yang cukup modern dan lengkap, seperti perlengkapan keselamatan jiwa, perlengkapan pencegahan kebakaran, perlengkapan navigasi, radio komunikasi, dan pencegahan pencemaran, serta tetap memperhatikan aspek kenyamanan penumpang,” papar Dwi, di Jakarta, Selasa (17/4).

Selain memberikan bantuan kapal kepada pemerintah daerah, Kemenhub juga memberikan program vokasi bagi para pelaut pelayaran rakyat. Pemberian pelatihan gratis itu dilakukan agar para pelaut pelayaran rakyat memiliki kompetensi yang lebih baik. Mereka juga dituntut lebih mengerti tentang aspek keselamatan pelayaran.

Guna menjamin keselamatan kapal penumpang tradisional pengangkut penumpang, Kemenhub cq Ditjen Perhubungan Laut  telah menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut No HK.103/2/8/DJPL-17 tanggal 18 April 2017 tentang Petunjuk Kapal Tradisional Pengangkut Penumpang untuk Seluruh Wilayah Perairan di Indonesia.

Peraturan Dirjen Hubla dimaksudkan juga untuk memenuhi persyaratan kelaiklautan kapal tradisional pengangkut penumpang.

"Peraturan ini juga mengatur tentang keselamatan kapal tradisional pengangkut penumpang yang meliputi pengesahan gambar rancang bangun, konstruksi kapal, permesinan dan pelistrikan serta pencegahan pencemaran, status hukum kapal dan pengawakan kapal tradisional pengangkut penumpang," imbuh Dwi.

Dengan terbitnya peraturan tersebut, pemerintah berharap keselamatan pelayaran di Indonesia dapat meningkat seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan pelayaran. (A-2)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More