Unhas Sambut Positif Pencabutan Gelar Akademik Koruptor

Penulis: Lina Herlina Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 16:28 WIB Politik dan Hukum
Unhas Sambut Positif Pencabutan Gelar Akademik Koruptor

ANTARA

Universitas Hasanuddin menyambut baik usulan untuk pencabutan gelar akademik atau pencoretan nama sebagai alumni bagi koruptor.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dwia Ariestina Pulubuhu, Selasa (17/4) menyambut positif wacana tersebut. Hanya saja menurut dia perlua ada aturan terkait hal itu.

"Pencabutan gelar akademik itu biasa dilakukan perguruan tinggi, jika melanggar proses akademik, atau ada yang dilapaui, serta melakukan plagiasi. Sementara untuk alumni yang korupsi, itukan aktivitas non akademik," jelas prof Dwia.

Ia secara pribadi dan secara institusi, yaitu unhas sangat mendukung. Terlebih menurutnya, kampus yang dipimpinnya tersebut merupakan, kampus anti korupsi.

"Dalam kegiatannya, mahasiswa dan mahasiswi sudah ditekankan untuk melawan korupsi," tegas Dwia.

Hanya saja, ia kembali menekankan perlu dibuat mekanisme dan aturab pencabutan gelar akademik itu. "Kita sih senang saja, tapi jangan sampai, jika tidak ada aturan, kita balik digugat oleh yang bersangkutan (koruptor)," tukas Dwia.

Secara tegas ia juga menyatakan, mendukung agar kedudukan hukumnya jelas. Karena selama ini, yang ada dalam aturan akademik itu jelas dalam hal pencabutan gelar akademik itu.

"Dalam proses akademik ada kewenangan, sehingga memang harus ada rambu-rambunya, pungkas Dwia. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More