Bawaslu Sebut Baliho Tokoh Bukan Pelanggaran Pemilu

Penulis: Richaldo Y.Hariandja Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 15:42 WIB Politik dan Hukum
Bawaslu Sebut Baliho Tokoh Bukan Pelanggaran Pemilu

ANTARA

KETUA Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan menegaskan tidak akan ada pencopotan bagi Baliho atau umbul-umbul yang memiliki embel-embel capres. Dirinya menilai itu bukan bagian dari kampanye.

“Kalau yang ada gambar partainya dan nomor urut partai, itu jadi bagian dari kampanye,” ucap Abhan saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, hari ini.

Oleh karena itu, tidak akan ada penindakan kepada umbul-umbul tersebut jika mengacu pada definisi kampanye dalam undang-undang pemilu. Dirinya menilai hal itu hanya baliho dengan gambar biasa. “Iya (tidak akan dicopot),” ucap dia singkat.

Sebelumnya, Komisioner KPU Wahyu Setiawan memastikan pemasangan foto dan baliho tokoh dengan embel-embel sebagai Capres di ruang publik merupakan sebuah pelanggaran. Hanya saja, sanksi yang diberikan hanya berupa penurunan dan pembersihan baliho dan umbul-umbul terkait.

“Karena di Undang-undang ketentuannya begitu. Memang ada pelanggaran, tapi dibersihkannya baliho itu pun adalah sanksinya,” ucapnya.

Dirinya menyebut tidak ada salahnya bagi siapapun untuk mendeklarasikan diri sebagai Capres. Akan tetapi, pemasangan baliho yang memuat tokoh tersebut hanya bisa dilakukan sejak masa kampanye, 23 September mendatang, atau 3 hari pasca penetapan Calon Presiden oleh KPU.

Pemasangan Baliho dikatakan merupakan salah satu bentuk kampanye selain visi, misi, dan program kerja yang bersangkutan. “Itu masuknya citra diri, citra diri kan bisa identitas yang bersangkutan, para peserta pemilu, bisa gambar, bisa suara,” tegas dia. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More