Bertukar Aset, PGN Kuasai Hilir

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 14:50 WIB Ekonomi
Bertukar Aset, PGN Kuasai Hilir

ANTARA

PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) segera menuntaskan opsi tukar (swap) aset PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Saka Energi. Tujuannya, PGN dalam struktur Holding BUMN Migas subholding gas akan fokus menguasai sektor hilir.

Melalui skema tersebut, PGN akan menguasai Pertagas yang semula anak usaha Pertamina yang bergerak menjalankan sektor midstream dan downstream itu menukar dengan Saka Energi yang bergerak di sektor hulu. Opsi tukar aset dua anak usaha itu dinilai membuat subholding gas di Holding BUMN Migas yang dipimpin PGN akan fokus mengurusi sektor hilir.

"Di subholding gas tidak ada hulu lagi. Jadi dikoordinasikan di direktorat hulu (Saka Energi)," kata Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Gigih Prakoso, di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, kemarin.

Gigih menuturkan saat ini opsi integrasi sedang dikaji oleh kedua belah pihak. Jika disetujui nanti, share PGN di dalam Saka Energi akan ditukar dengan share Pertamina di Pertagas. Diharapkan integrasi ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai harpaan banyak pihak.

"Lagi dikaji opsi tukar itu artinya share-nya PGN di Saka samashare-nya Pertamina di Pertagas bisa tidak (di opsi tukar), tapi sepertinya susah dan bisa harganya beda. Kan Saka itu hulu, Pertagas midstream dan downstream jadi skemanya beda," ujar dia.

Ia memastikan meski ada opsi ini kegiatan operasional Pertagas dan Saka Energi tidak akan terganggu. "Tidak lah. Saka semua keputusan di Pertamina walaupun milik PGN," tukas dia.

Sebelumnya, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina sekaligus Ketua Tim Implementasi Holding Migas Nicke Widyawati mengatakan, opsi tukar memang masih dikaji. Saat ini tim valuasi tengah menghitung berapa besaran nilai dari akuisisi tersebut.

"Bisa jadi (tukar aset), itu salah satu opsi. Tapi yang pasti kan semua di valuasi dulu, mekanismenya seperti apa nanti jangan sampaicash flow-nya PGN bermasalah," kata Nicke.

Nicke berharap dalam jangka waktu empat bulan setelah Holding BUMN Migas terbentuk proses akuisisi kedua belah pihak dapat berjalan lancar sehingga integrasi selanjutnya bisa dilakukan. "Targetnya sih, kapan ya. Empat bulan lah. Kan tanggal lahirnya 11. Mudah-mudahan lancar. Secara hukum sih gitu, tapi ada tukar atau bagaimana kita lihat dulu cash flow PGN," pungkasnya. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More