Dampak Positif Pengurai Kemacetan di Tol Janger belum Dirasakan

Penulis: Gana Buana Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 14:11 WIB Megapolitan
Dampak Positif Pengurai Kemacetan di Tol Janger belum Dirasakan

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

DAMPAK positif penerapan sistem ganjil-genap di ruas tol Jakarta-Tangerang (Janger) arah Jakarta-Tangerang belum terasa. Karena itu, Badan Pengelola Trans-Jabodetabek masih mencari formula mengatasi beberapa titik macet yang ada di ruas jalan tol tersebut.

“Kepadatan lalu lintas memang masih terjadi di ruas tol Janger meski paket kebijakan pengendalian kemacetan telah diterapkan sejak Senin (16/4) kemarin,” ungkap Direktur Lalu Lintas dan Angkutan pada BPTJ Kementerian Perhubungan Karlo Manik, Selasa (17/4).

Menurut Karlo, kepadatan yang terjadi disebabkan beberapa alasan, di antaranya adalah laju kendaraan yang keluar dari gerbang tol Kebon Jeruk dan lambatnya sistem pembayaran di Gerbang Tol Tangerang. Apalagi, di ruas tersebut ada terminal bayangan tempat pemberhentian bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang menaikkan dan menurunkan penumpang.

Tidak hanya itu, kata Karlo, kontur jalur tol Jakarta-Tangeran mulai dari pintu tol Tomang masuk ke arah tol Dalam Kota pun menanjak. Sehingga, kepadatan pun terjadi saat kendaraan melaju ke arah tol dalam kota maupun ke arah Kota.

Apalagi, saat kendaraan keluar di sekitar RS Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat, kondisi jalur arteri pun dalam keadaan padat. Ini berimbas pada panjangnya antrean kendaraan keluar.

“Kemarin, panjang antrean menuju Gerbang Tol Tomang saja lebih dari 7 kilometer atau lebih dari Gerbang Tol Kebon Jeruk, tapi tetap jalan karena sebagian kendaraan yang berplat (Ganjil/genap) saat itu tidak boleh melintas, jumlah kendaraan turun dari 4.448 memjadi 3.054,” jelas dia.

Kerena itu, Karlo mengaku akan terus mengevaluasi penerapan paket kebijakan pengurai kepadatan lalu lintas di Tol Jakarta-Tangerang. Hal itu agar manfaat yang dirasakan warga dari arah Bekasi menuju Jakarta bisa dirasakan warga dari Tangerang menuju Jakarta.

Meski demikian, kata dia, beberapa respon positif dirasakan di gerbang tol Kunciran 2 dan Tangerang 2. Jumlah kendaraan tercatat menurun sejak diberlakukan ganjil-genap pada pukul 06.00-09.00 WIB, dari 6.194 kendaraan menjadi 4.459 kendaraan atau sekitar 28,01%.

“Banyak pengedara yang berangkat lebih pagi ada pula yang pindah gerbang tol ke Gerbang Tol Karawaci 2, Karawaci 4, dan Karang Tengah Barat 2,” tandas dia.

BPTJ mulai menerapkan tiga paket kebijakan pada ruas tol Janger kemarin, Senin (16/4). Penerapan skema ganjil genap untuk kendaraan pribadi pada pintu tol Kunciran 2 dan Tangerang 2 arah Jakarta menjadi salah satu paket kebijakan yang akan diberlakukan.

Rencananya, kebijakan berlaku setiap hari Senin-Jumat pukul 06.00 09.00 WIB kecuali hari libur nasional. Penerapan kebijakan ini tidak lepas dari miripnya karakteristik kondisi Tol Jakarta-Tangerang dengan Tol Jakarta-Cikampek.

Selain volume demand to capacity ratio (V/C ratio) di beberapa ruas sudah mencapai 1 bahkan lebih, lalu lintas kendaraan berat angkutan barang golongan III, IV dan V juga banyak.

Untuk itu, pihaknya juga menyiapkan dua paket kebijakan lainnya yakni pembatasan kendaraan berat angkutan barang (golongan III, IV, V) di ruas Cikupa Tomang serta pemberlakuan Lajur Khusus Angkutan Umum (LKAU) mulai ruas Tangerang Kebon Jeruk. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More