DPR Sebut Penjelasan Facebook belum Memuaskan

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 14:07 WIB Politik dan Hukum
DPR Sebut Penjelasan Facebook belum Memuaskan

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

KOMISI I DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan perwakilan Facebook, hari ini, Selasa (17/4).

Dalam rapat dengar pendapat itu, Facebook meminta maaf atas kasus penyalahgunaan data yang menyeret 1,09 juta pengguna Facebook Indonesia.

Dalam sesi pertama rapat yang berlangsung selama dua jam lebih itu, para anggota DPR memberondong Facebook dengan berbagai pertanyaan.

Wakil Ketua Komisi I Satya Widya Yudha mengatakan penjelasan Facebook belum sesuai harapan. Facebok belum bisa mengungkap pemanfaatan data pribadi yang didapat secara ilegal tersebut.

Dia juga menilai Facebook belum mampu memberikan penjelasan memadai mengenai audit yang dilakukan terhadap aplikasi pihak ketiga yang tengah dilakukan.

"Masih belum sesuai harapan. Ini masih panjang. Kita inginnya pertemuan ini tidak hanya sekali karena ini untuk menjamin keamanan data 1 juta lebih pengguna. Indikasinya bisa lebih," jelas Satya.

Facebook yang diwakili Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari dan Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner menyatakan pihaknya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan firma konsultan Cambridge Analytica yang diketahui memanfaatkan data pribadi pengguna secara tidak sah.

Menanggapi itu, anggota Komisi I DPR Evita Nursanty menyatakan Facebook semestinya tidak melemparkan tanggung jawab kepada pihak ketiga yang menyalahgunakan data pribadi pengguna. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More