Arteria Minta Model Penabrak Sopir Ojek Daring Dihukum Berat

Penulis: Astri Novaria Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 14:00 WIB Politik dan Hukum
Arteria Minta Model Penabrak Sopir Ojek Daring Dihukum Berat

MI/MOHAMAD IRFAN

ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan, turut mengomentari kasus perempuan pengemudi mobil BMW, Tiara Ayu, yang menabrak seorang pengemudi ojek daring. Pihaknya akan meminta klarifikasi Polres Metro Jaya terkait kasus tersebut.

"Intinya semua orang sama di mata hukum, tidak boleh ada perilaku diskriminatif tanpa dasar yang jelas. Apalagi kalau yang bersangkutan terbukti mengemudi dan mengakibatkan laka lantas dalam keadaan mabuk," ujarnya di Gedung DPR RI, Selasa (17/4).

Lebih lanjut, kata Arteria, kalau yang bersangkutan terbukti dalam keadaan layak mengemudi, bahkan terlihat arogan dengan marah-marah dengan alasan apa pun pihaknya meminta Polres Jakpus untuk tidak ragu dalam melakukan penegakan hukum secara tegas.

"Hukum seberat-beratnya. Saya yang jamin seandainya ada intervensi apa pun terhadap penyidik Polri yang bekerja dengan baik dalam menegakan hukum. Saya masih bisa terima kalau itu kelalaian mengemudi seperti mengantuk, tapi kalau mengemudi dalam keadaan mabuk, jangan ditoleransi, hukum berat. Kasih contoh bahwa negara berpihak pada tertib hukum, jangan kompromi," tandasnya.

Pihaknya minta penegakan hukum harus berjalan. Dan ia mengimbau agar kejadian ini menjadi perhatian semua pihak dan hikmahnya dapat diambil oleh kita semua.

"Dari awal sudah salah, mengemudi dalam keadaan mabuk. Mereka tidak sadar, kalau menabrak orang, bisa membuat orang kehilangan suami, kehilangan ayah atau bahkan kehilangan masa depan. Begitu juga kalau korban sekalipun tidak meninggal tapi cacat. Silakan berdamai, tapi saya minta penegakan hukumnya jalan terus dan hukum seberat-beratnya," pungkasnya.

Pengemudi mobil BMW, Tiara Ayu, menabrak Mohamad Nur Irfan yang merupakan seorang pengemudi ojek daring di persimpangan Harmoni, Jakarta Pusat, Senin (9/4) malam.

Akibat insiden tersebut, kaki kiri Mohamad Nur cedera parah dan harus diamputasi. Tiara pun juga sudah ditetapkan statusnya menjadi tersangka. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More