Partisipasi Pemilu Luar Negeri Diharap Lebih Dari 50%

Penulis: Richaldo Y Hariandja Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 13:31 WIB Politik dan Hukum
Partisipasi Pemilu Luar Negeri Diharap Lebih Dari 50%

Ilustrasi

PARTISIPASI Pemilu 2019 untuk pemilih luar negeri ditargetkan mencapai lebih dari 50%. Target tersebut menunjukan keinginan agar partisipasi naik dari pemilu periode sebelumnya yang hanya menyentuh angka 33%-35%.

“Kami berharap ada peningkatan, setidaknya naiklah dari angka itu (33%-35%),” ucap Ketua Kelompok Kerja Panitia Pemilu Luar Negeri Wajid Fauzi saat ditemui dalam Gerakan Coklit Serentak Pemilu 2019, di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Selasa (17/4).

Dirinya menilai sistem pemilu legislatif dan presiden yang berbarengan kali ini dapat menjadi salah satu solusi mendongkrak angka partisipasi.

Pasalnya, beberapa kali ada keluhan terkait pemilu yang terpisah antara legislatif dan Presiden membuat Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri kesulitan mengatur waktu mereka.

Selain itu, Pokja Panitia PLN juga memastikan coklit kali ini membuat masyarakat tergerak untuk berpartisipasi.

“Kita harapkan mereka yang terdaftar benar-benar ada di situ, sehingga kalau data benar maka mereka bisa berpartisipasi,” ucap dia.

Pemilu di luar negeri, lanjut dia, memiliki dinamika berbeda di tiap negara. Khusus untuk negara Timur Tengah dan yang sedang berkonflik, Pokja akan pastikan keamanan dari tiap WNI yang akan melakukan pencoblosan nantinya.

“Misalnya, di Libia, di Jerba, di perbatasan di tempat KBRI sekarang berada. Tapi dia akan memonitor warga negara indonesia yang terkendala keamanan. jadi, intinya adalah, dimanapun warga negara indonesia, kita buka kesempatan untuk mendaftar,” imbuh dia.

Dirinya menyebut akan ada Kotak Suara Keliling untuk daerah-daerah yang memiliki risiko keamanan tinggi. Itu untuk mengakomodir warga yang tidak bisa datang ke TPS karena alasan keamanan. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More