Baliho Rommy Hanya untuk Tegaskan Posisinya Sebagai Ketum PPP

Penulis: Nurjiyanto Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 13:24 WIB Politik dan Hukum
Baliho Rommy Hanya untuk Tegaskan Posisinya Sebagai Ketum PPP

Dok.MI

SEKJEN Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengungkapkan adanya baliho Ketua Umum PPP M Romahurmuziy di beberapa kota di Indonesia hanyalah sebagai penegasan bahwa saat ini partai tersebut sepenuhnya dipimpin oleh pria yang akrab disapa Rommy itu. Hal itu juga bertujuan sebagai informasi kepada masyarakat bahwa perselisihan internal di kubu PPP yang pernah terjadi telah selesai.

"Baliho-baliho Ketum PPP tersebut hanya untuk menegaskan dan sekaligus menginformasikan kepada masyarakat bahwa PPP saat ini sepenuhnya dipimpin M Romahurmuziy sebagai ketua umum. Secara tersirat, kami ingin kirim pesan kepada masyarakat bahwa perselisihan internal di PPP telah selesai dan saat ini kami bersiap menyongsong Pileg dan Pilpres 2019," ujarnya melalui pesan singkat saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (17/4)

Ia pun menegaskan baliho-baliho tersebut sering disalahpahami sebagai pengajuan Rommy sebagai Cawapres. Padahal, pihaknya tidak menulis kata Cawapres di baliho itu.

"Beda dengan Cak Imin, kami tidak pernah menulis kata Cawapres," pungkasnya.

Belakangan muncul berbagai iklan politik berbentuk baliho dan reklame di sejumlah kota di Indonesia yang menunjukan para ketua umum partai. Mulai dari ketua umum PKB Muhaimin Iskandar maupun M Romahurmuziy selaku ketua umum PPP. Hal tersebut dianggap sebagai salah satu manuver politik menyongsong Pilpres 2019 yakni untuk mengisi posisi Cawapres dalam koalisi pengusung Joko Widodo yang dipimpin oleh PDI-P. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More