Facebook Indonesia Minta Maaf

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 12:58 WIB Politik dan Hukum
Facebook Indonesia Minta Maaf

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari -- MI/Susanto

FACEBOOK Indonesia memenuhi panggilan DPR RI. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar hari ini, Selasa (17/4), Facebook meminta maaf atas kasus penyalahgunaan data yang yang juga menyeret 1,09 juta pengguna Facebook Indonesia.

Dalam RDPU bersama Komisi I DPR RI itu, Facebook diwakili Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari dan Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner.

Seperti pendiri Facebook Mark Zuckerberg yang meminta maaf di depan Kongres AS baru-baru ini, Ruben pun mewakili Facebook Indonesia meminta maaf.

"Kami sadar kami belum melakukan upaya maksimal dalam mencegah penyalahgunaan perangkat kami. Merupakan kesalahan besar bagi kami untuk tidak memandang tanggung jawab kami secara lebih luas dan CEO kami sepenuhnya mengambil tanggung jawab itu," kata Ruben

"Kami di sini ingin menyampaikan permohonan maaf kami," imbuhnya.

Ruben memberikan penjelasan mengenai pengambilan data secara ilegal yang melibatkan 1,09 juta pengguna di Indonesia. Data dipanen oleh lembaga konsultasi politik Cambridge Analytica melalui pengembang aplikasi pihak ketiga Facebook Aleksandr Kogan.

Dia membeberkan terdapat 748 orang yang menggunakan aplikasi This is Your Digital Life yang dikembangkan Kogan. Dari jumlah itu ada 1.095.918 pengguna tambahan yang terkena dampak.

Pasalnya, data pribadi yang diambil tidak hanya pada pengguna aplikasi tapi juga jejaring pertemanannya. Sehingga, total pengguna yang terdampak berjumlah 1.096.666.

Aplikasi tersebut aktif sejak November 2013 hingga akhirnya ditutup Facebook pada Desember 2015. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More