Ganjil-Genap Tangerang Ditargetkan Pangkas Kemacetan 40%

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 09:36 WIB Megapolitan
Ganjil-Genap Tangerang Ditargetkan Pangkas Kemacetan 40%

ANTARA/MUHAMMAD IQBAL

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan sistem ganjil-genap yang akan diterapkan di tol Jakarta-Tangerang diharapkan mampu mengurai kemacetan hingga 40% atau 1.500 kendaraan pada jam sibuk.

"Kalau di Tol Cikampek bisa mengurangi kemacetan sebanyak 36% dengan kecepatannya naik 22%. Kalau di Tol Tangerang kemungkinan bisa lebih yakni 40% dengan sekitar 1.500 kendaraan pada jam sibuk," ujar Budi dalam keterangan pers, Selasa (17/4)

Budi menjelaskan bahwa kemungkinan penerapan sistem Ganjil-Genap di Tangerang akan memberikan pengaruh yang lebih tinggi dibandingkan di Bekasi. Hal itu terjadi karena kepadatan di Bekasi lebih berat dibandingkan Tangerang.

"Mungkin Tangerang ini akan lebih besar persentase dalam mengurai kemacetan karena kepadatannya lebih berat di Bekasi dan saya catat juga okupansi yang ada di bus ini bagus. Dengan kita menggunakan jalur khusus pasti orang berpindah ke bus itu banyak. Dengan banyak yang berpindah ini pasti juga akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan," terangnya.

Hal itu dilakukan untuk mengajak masyarakat agar menggunakan transportasi massal. Transportasi massal pun saat ini sedang digalakkan di daerah Tangerang. Selain adanya armada baru, juga akan disediakan jalur khusus.

"Transportasi massal adalah satu yang kita upayakan, sekarang kita menggunakan bus. Dalam istilah teknisnya BRT (Bus Rapid Transit). Saya juga mencatat informasinya dari PPD, Sinar Jaya, Royal Platinum, hasilnya bagus. Bisa dibayangkan dengan jalur khusus akan lebih bagus lagi. Harapan kita adalah minimal 50% masyarakat menggunakan transportasi massal," jelasnya.

Budi menjelaskan bahwa saat ini transportasi massal untuk menuju daerah Tangerang adalah kereta api. Jika semakin banyak pengguna transportasi massal maka akan disediakan lebih banyak lagi armada.

"Transportasi massal yang ke daerah Tangerang ini adalah kereta api. Setelah itu, apabila okupansinya besar, pasti para operator akan menyediakan lebih banyak lagi armada. Dengan armada yang banyak dan tingkat pelayanan yang bagus karena tidak perlu nunggu-nunggu lagi," jelasnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan adanya tiga program untuk mengurai kemacetan yakni ganjil-genap di dua titik dari Kunciran dan Tangerang.

"Insya Allah ini berhasil, ya saya senang kita semua kompak menyelesaikan masalah konektivitas ini," ungkapnya.

Budi juga menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan di Tangerang sama dengan di Bekasi. Bedanya, adanya pembatasan jam operasional untuk truk terkait masalah manajemen waktu.

"Sebenarnya dengan dilarang, makanya saya ini tidak memutuskan sendiri kita mengajak asosiasi truk, sebenarnya tinggal manajemen waktunya saja. Pada kenyataannya di Tangerang tidak masalah, cuma masalahnya waktu pas pulang. Kita punya pengalaman di Bekasi menumpuk, nanti kita teliti. Saya pikir ini masalah manajemen waktu," pungkasnya.

Sosialisasi sistem ganjil-genap ini akan dilakukan di Tol Tangerang yakni Gerbang Tol Kunciran 2 dan Gerbang Tol Tangerang 2 dan Tol Jagorawi di Gerbang Tol Cibubur 2. Sosialisasi akan dilakukan selama 2 minggu. Kebijakan ini pun akan ditetapkan mulai 1 Mei 2018. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More