Jurus ESDM Wujudkan Indonesia Terang 99%

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 09:30 WIB Ekonomi
Jurus ESDM Wujudkan Indonesia Terang 99%

ANTARA/M AGUNG RAJASA

ELEKTRIFIKASI menjadi salah satu program prioritas nasional, sesuai arahan Presiden agar seluruh masyarakat di seluruh pelosok tanah air dapat menikmati listrik. Rasio elektrifikasi Indonesia pada 2019 ditargetkan lebih dari 99%. Untuk mencapai target tersebut, berbagai program kelistrikan terus dipercepat.

"Sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Menteri (ESDM), target rasio elektrifikasi nasional tahun 2019 sebesar 99% lebih. Kami terus kerjakan untuk mencapai itu. Pada 2017, kita berhasil capai 95,35%, jauh melampaui targetnya yaitu 92,75%. Kami optimistis dan kita kerjakan karena elektrifikasi adalah bagian dari mewujudkan energi berkeadilan," ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi dalam keterangan pers, Selasa (17/4).

Program ketenagalistrikan 35 ribu MW dan 7 ribu MW berjalan sesuai rencana. Untuk program 35 ribu MW per 1 April 2018, telah mencapai progres sekitar 40%. Progres pembangunanan tidak dilihat dari proyek yang telah beroperasi saja namun kemajuan dari masing-masing tahapan baik operasi, konstruksi, kontrak, pengadaan dan perencanaan.

Sebanyak 17.024 MegaWatt (MW) pembangkit listrik dalam Program 35 ribu MW sedang tahap konstruksi, sementara 1.584 MW telah beroperasi.

Sementara proyek yang sudah kontrak, namun belum konstruksi sebesar 12.690 MW. Apabila dilihat dari total jumlah proyek yang sudah kontrak yaitu sebesar 31.298 MW atau 87%. Selebihnya tahap pengadaan dan perencanaan masing-masing sebesar 3.414 MW dan 1.095 MW.

"Selain program 35 ribu MW juga ada program 7 ribu MW yang terdiri dari lanjutan dari Fast Track Program (FTP) tahap I dan II serta program reguler. Per 1 April 2018, progres program tersebut yang telah beroperasi sebesar 6.434 MW dan yang tahap konstruksi sebesar 1.406 MW," katanya.

Menurut dia, elektrifikasi Indonesia juga dilakukan dengan program listrik desa. Melalui PT PLN, pada 2017 lalu program listrik desa telah menjangkau 75.682 desa. Dalam 2 tahun terdapat tambahan sebanyak 5.291 desa dibandingkan 2015 sebanyak 70.391 desa.

Selain itu, sebagai program praelektrifikasi sebelum jaringan listrik masuk ke desa-desa terpencil, Pemerintah juga memberikan lampu surya gratis untuk rumah di desa belum berlistrik. Paket program yang dinamakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) terdiri dari 4 buah lampu LED dan baterai yang terintegrasi, panel surya, dan pengisi daya ponsel (charger).

"Pembiayaan program LTSHE tersebut bersumber dari APBN. Pada 2017 pembagian dan pemasangan LTSHE telah dilakukan untuk sekitar 80 ribu rumah. Sedangkan tahun 2018 ini ditargetkan sebanyak 175 ribu rumah dan untuk tahun 2019 sedang tahap perencanaan untuk 125 ribu rumah," pungkasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More