Kualitas Gunung Rinjani dan Ciletuh Harus Dijaga

Penulis: Dhk/BY/BB/Ant/X-5 Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 08:50 WIB Nusantara
Kualitas Gunung Rinjani dan Ciletuh Harus Dijaga

ciletuhpelabuhanratugeopark.org/rinjanigeopark.com/kemendikbud.go.id/FOTO:MI/RAMDANI/ANTARA

KAWASAN Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Ciletuh Palabuh-anratu, Sukabumi (Jawa Barat) ditetapkan menjadi geopark dunia atau UNESCO global geopark (UGG) dalam sidang UNESCO Executive Board, Kamis (12/4), di Paris, Prancis. Penyerahan piagam sebagai anggota baru geopark dunia itu akan digelar di Italia pada September mendatang.

General Manager Geopark Rinjani, Chairul Mahsul, berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencapai-an tersebut. "Dengan masuknya Gunung Rinjani menjadi Unesco global geopark menjadi ajang promosi efektif, terutama bagi sektor kepariwisataan NTB. Akan semakin banyak wisatawan internasional berkunjung ke Gunung Rinjani," ujarnya, kemarin.

Gunung Rinjani (3.726 mdpl) masuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Kawasan itu mencakup empat wilayah di Pulau Lombok, mulai dari Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Timur.

Salah satu pesona unggulan TNGR ialah Danau Segara Anak yang berada pada ketinggian 2.010 meter dari permukaan laut. Danau Segara Anak berada di kaldera Gunung Rinjani.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal berharap dengan status tersebut akan banyak wisatawan dunia yang datang ke NTB. "Kalau sudah begitu, portir, masyarakat yang punya homestay, kuliner, dan sektor transportasi semuanya bisa semakin hidup dan menimbulkan efek domino," ujar Faozal.

Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi mengatakan tugas selanjutnya membenahi dan memastikan kualitas lingkungan di Geopark Rinjani, khususnya pusat-pusat keramaian di kawasan itu agar tetap terjaga kebersihannya.

Dalam tiga tahun

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersyukur dengan penetapan Ciletuh geopark sebagai Unesco global geopark. Ia yakin itu akan meningkatkan kepariwisataan Jawa Barat, khususnya wilayah Sukabumi dan sekitarnya. "Pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lainnya harus serius agar Ciletuh menjadi destinasi wisata unggulan," ujarnya di Bandung, kemarin.

Sebagai contoh, menurutnya, kebersihan dan kelestarian alam di Ciletuh geopark mutlak harus dijaga. "Syarat utama geopark internasional itu kan pelestarian geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity," ujarnya.

Menurut Bupati Sukabumi Marwan Hamami, penetapan Ciletuh sebagai geopark dunia ini membanggakan. "Hanya dalam kurun waktu tidak lebih dari tiga tahun Ciletuh Palabuhanratu diresmikan menjadi global geopark," katanya di Sukabumi, kemarin.

Marwan berjanji menggenjot pembenahan sarana dan prasarana seperti memperbaiki dan menambah akses jalan. Menurutnya, pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi akan membantu peningkatan wisatawan ke Ciletuh.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan pengakuan itu akan meningkatkan jumlah wisatawan dunia ke Indonesia. "Tiongkok berhasil mengembangkan Yuntaishan geopark yang semula dikunjungi 200 ribu wisatawan, menjadi 1,25 juta wisatawan (per tahun) dengan perolehan devisa US$90 juta," ujarnya. (Dhk/BY/BB/Ant/X-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More