Tim Kemendag Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Kupang

Penulis: Palce Amalo Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 08:45 WIB Nusantara
Tim Kemendag Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Kupang

MI/PALCE AMALO

STAF Ahli Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan Dody Edward bersama Dinas Perdagangan, dan Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur melakukan pemantuan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok di Kupang, Selasa (17/4) pagi.

Tim ingin memastikan ketersediaan stok dan kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sehingga tidak melambung menjelang perayaan hari besar keagamaan nasional (HBKN).

Peninjauan dilakukan di tiga pasar tradisonal, gudang penyimpanan bahan kebutuhan pokok, gudang Bulog, pelabuhan, dan pasar modern.

Sehari sebelumnya, Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur menggelontorkan 43 ton beras ke pasar untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras.

"Kami terus berupaya menurunkan harga beras di pasar dengan menggelontorkan beras sebanyak-banyaknya," Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divre NTT Dominggus Foes.

Saat ini, harga bahan kebutuhan pokok di pasar masih normal seperti daging sapi Rp90.000 per kilogram (kg), bawang merah, cabai, dan kentang sama-sama dijual Rp15.000 per kg, beras medium Rp9.500-Rp11.000 per kg. Beras premium yang dijual Bulog terdiri dari dua jenis yakni beras curah Rp9.500 per kilogram (kg) dan beras merek Beraskita seharga Rp9.800 per kg. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More