KAI Cirebon Tutup 40 Perlintasan Liar

Penulis: Antara Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 08:14 WIB Nusantara
KAI Cirebon Tutup 40 Perlintasan Liar

ANTARA FOTO/Didik Suhartono

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 3 Cirebon, Jawa Barat, menjelang masa angkutan Lebaran 2018, telah menutup 40 perlintasan liar atau tanpa penjagaan yang membahayakan perjalanan dan masyarakat sekitar.

"Kami menutup perlintasan sebidang yang tidak ada penjagaannya dan juga cikal bakal munculnya perlintasan liar di sepanjang jalur kereta Daop 3 Cirebon," kata Manajer Humas Daop 3 Cirebon Krisbiyantoro melalui pesan singkat, Selasa (17/4).

Dia menjelaskan ada sebanyak 40 perlintasan sebidang liar yang terbentang mulai dari Stasiun Tanjung Rasa, Stasiun Prupuk, dan Stasiun Brebes yang telah berhasil ditutup.

Penutupan perlintasan sebidang yang kurang dari dua meter tanpa penjagaan itu merupakan salah satu upaya KAI dalam memberikan kenyamanan dan juga kemanan serta keselamatan bagi penumpang maupun masyarakat sekitar.

"Terutama selama masa mudik Lebaran 2018, karena KA yang melintas lebih banyak dari hari biasa dan itu tentu membahayakan apabila perlintasan sebidang masih ada," ujarnya.

Kris mengatakan perlintasan sebidang di Daop 3 Cirebon, baik ilegal maupun resmi, tercatat sebanyak 198 perlintasan, yang tidak terjaga 117 perlintasan.

Untuk itu, KAI menargetkan seluruh perlintasan yang tidak terjaga bisa ditutup secepatnya guna memberikan jaminan keselamatan.

"Tentunya kami menargetkan semuanya harus tertutup, karena perlintasan resmi yang terjaga baru sebanyak 81," tuturnya.

Perlintasan tidak terjaga, kata Kris, merupakan titik potensi rawan kecelakaan antara KA dengan pengguna jalan, karena di situ merupakan titik perpotongan antara jalur KA dengan jalan raya.

"Data yang kita terima pada 2018 sampai April, sebanyak tujuh kasus kecelakaan di perlintasan sebidang liar, sementara tahun lalu sebanyak 14 kasus. Tentu kita tidak ingin angka kecelakaan ini meningkat lagi," kata Kris. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More