New York Times dan New Yorker Menang Pulitzer

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 06:31 WIB Internasional
New York Times dan New Yorker Menang Pulitzer

Ronan Farrow, kontributor New Yorker yang meraih hadiah Pulitzer--AFP/ANGELA WEISS

SURAT kabar The New York Times dan majalah The New Yorker, Senin (16/4), memenangkan hadiah Pulitzer atas laporan mereka yang menjatuhkan Harvey Weinstein dan mengungkap masalah pelecehan seksual di Amerika Serikat (AS).

Penghargaan bergengsi itu diberikan kepada tim New York Times yang dipimpin oleh Jodi Kantor dan Megan Twohey serta kontributor New Yorker Ronan Farrow atas laporan mereka terkait aksi Weinstein yang kemudian membuka keran laporan pelecehan seksual terhadap sejumlah orang kuat di AS.

Sejak Times dan New Yorker merilis artikel mereka pada Oktober lalu, lebih dari 100 perempuan secara terbuka menuding Weinstein melakukan berbagai aksi tidak pantas mulai dari pelecehan seksual hingga pemerkosaan. Hal itu menjadi pemicu gerakan #MeToo yang menyebabkan sejumlah orang berpengaruh di AS kehilangan pekerjaan dan reputasi mereka.

Akibat kasus itu, pernikahan Weinstein berakhir, dia diperiksa polisi di London, Los Angeles, dan New York, dia juga dihantam sejumlah tuntutan hukum, serta rumah produksinya terpaksa mengajukan permohonan pailit.

Penghargaan Pulitzer edisi ke-102 ini diumumkan di Universitas Columbia, New York oleh administrator kampus Dana Canedy. Penghargaan kali ini diberikan saat media massa AS berada di bawah serangan Gedung Putih yang kerap menuding pemberitaan negatif terhadap mereka sebagai 'fake news'.

Canedy memuji para pemenang namun meminta media massa AS bekerja keras untuk memulihkan kembali kepercayaan publik. (AFP/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More