BMKG Luncurkan Pusat Layanan Digital di Ternate

Penulis: Micom Pada: Senin, 16 Apr 2018, 19:15 WIB Nusantara
BMKG Luncurkan Pusat Layanan Digital di Ternate

Ist

KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, resmi meluncurkan Pusat Layanan Digital di Ternate pada Senin (16/4). Peresmian itu juga dihadiri langsung oleh Plt Gubernur Maluku Utara, Muhammad Natsir Thaib.

Pada sambutannya, Dwikorita menyampaikan bahwa peluncuran pusat layanan digital tersebut merupakan wujud komitmen BMKG dalam menjalan visi Presiden Joko Widodo.

"BMKG berkomitmen untuk memandu pembangunan infrastruktur dan transportasi di perbatasan. Salah satunya adalah Ternate yang merupakan zona strategis di tepi Samudra Pasifik dan berbatasan langsung dengan Filipina. Program ini adalah bentuk dukungan BMKG terhadap salah satu visi dalam Nawacita, yaitu membangun Indonesia dari wilayah perbatasan," ujar Dwikorita.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa pusat layanan digital dapat meningkatkan akurasi informasi.

"Ternate merupakan poros utama yang menghubungkan antara Bitung di Sulawesi Utara, Ternate di Maluku, dan Sorong di Papua Barat. Kehadiran pusat layanan digital dapat meningkatkan akurasi informasi meteorologi untuk masyarakat, penerbangan dan maritim, sehingga dapat menjadi acuan keselamatan masyarakat dari bencana dan memandu pembangunan sosial ekonomi di wilayah Indonesia Timur," paparnya.

Dwikorita menambahkan, Maluku Utara memiliki kondisi geografi yang rentan terhadap bencana.

"Maluku Utara terdiri atas 76% lautan dan 24% daratan. Dari 24% daratan tersebut hanya 82 pulau yang telah berpenghuni, sementara 738 pulau tidak berpenghuni. Maluku utara memiliki kondisi geografi yang rentan terhadap gempa bumi dan bencana hidrometeorologi seperti curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir dan longsor, serta badai yang menyebabkan gelombang tinggi disertai hujan petir. Informasi BMKG memiliki peran sebagai peringatan dini terhadap potensi bencana," ungkap Dwikorita.

Sementara itu, Plt Gubernur Maluku Utara, Muhammad Natsir Thaib, mengakui bahwa daerahnya merupakan wilayah rawan bencana.

"Profesi mayoritas penduduk Maluku Utara adalah nelayan, namun masih banyak nelayan yang masih menggunakan perahu tradisional dan mereka inilah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi. Pada saat terjadi cuaca ekstrem, biasanya ada informasi mengenai nelayan yang mengalami kecelakaan laut," ujar Natsir.

Ia pun berharap dengan adanya pusat layanan digital dapat menurunkan korban bencana.

"Saya berharap dengan diresmikannya Pusat Layanan Digital ini dapat untuk memenuhi kebutuhan informasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika oleh masyarakat Maluku Utara. Kondisi geografis yang rentan bencana tidak membuat masyarakat Maluku Utara berada dalam ketakutan dan kecemasan, namun hal tersebut dijadikan semangat untuk meningkatkan kemampuan dan ketangguhan masyarakat dalam beradaptasi dengan berbagai kondisi cuaca," tandasnya. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More