DKI Jakarta Raih Indeks Pembangunan Manusia Kategori Sangat Tinggi di 2017

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Senin, 16 Apr 2018, 22:55 WIB Humaniora
DKI Jakarta Raih Indeks Pembangunan Manusia Kategori Sangat Tinggi di 2017

Ist

UNTUK kali pertama di Indonesia, terdapat satu provinsi yang berhasil mencatat pembangunan manusia dengan kategori 'sangat tinggi', yakni DKI Jakarta.

Rekor tersebut dicatatkan dalam Indeks Pembangunan Manusia 2017 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), di Jakarta, Senin (16/4).

Pada tatanan provinsi, IPM tahun 2017 berkisar antara 59,09 (di Papua), hingga 80,06 (di DKI Jakarta). Umur harapan hidup saat lahir terendah sebesar 64,34 tahun di Sulawesi Barat dan tertinggi sebesar 74,74 tahun di Yogyakarta.

Kepala BPS Suhariyanto menggarisbawahi adanya disparitas IPM antarwilayah. Di ujung timur Indonesia masih terdapat satu provinsi dengan IPM 'rendah', yakni Papua.

Papua memiliki harapan lama sekolah terendah selama 10,54 tahun, sedangkan DI Yogyakarta memiliki harapan lama sekolah tertinggi selama 15,42 tahun. Rata-rata lama sekolah terendah selama 6,27 tahun di Papua sedangkan tertinggi 11,02 tahun di DKI Jakarta.

Pengeluaran per kapita terendah sebesar Rp7,0 juta per tahun di Papua sedangkan tertinggi sebesar Rp17,7 juta per tahun di DKI Jakarta. Pada 2017, jumlah provinsi yang berstatus IPM kategori 'sedang' berkurang dari 21 provinsi pada 2016 menjadi 18 provinsi.

Di sisi lain, Papua mencatat pertumbuhan IPM tercepat ketimbang pencapaian lPM 2017 di 33 provinsi lainnya. Selain Papua, seluruh provinsi lainnya juga mengalami peningkatan IPM jika dibandingkan dengan kondisi pada 2016. Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi dengan kemajuan pembangunan manusia paling cepat dengan IPM masing-masing tumbuh sebesar 1,79%, 1,25%, 1,17%.

"Kemajuan pembangunan manusia di Provinsi Papua dan Papua Barat terutama didorong oleh dimensi standar hidup layak, sementara di Nusa Tenggara Barat lebih dikarenakan perbaikan dimensi pendidikan dan standar hidup layak," ungkap Kecuk, sapaan akrab Suhariyanto, dalam konferensi pers, di kantor BPS, Jakarta.  (A-2)

Berita terkait : Indeks Pembangunan Manusia Indonesia 2017 Tergolong Tinggi

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More