Kenaikan Rating 5 BUMN Yakinkan Investor Global

Penulis: Erandhi Hutomo Saputra Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 09:20 WIB Ekonomi
Kenaikan Rating 5 BUMN Yakinkan Investor Global

ANTARA

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengapresiasi keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody's Investor Service (Moody's) yang menaikkan rating korporasi dan surat utang lima BUMN.

Kelima BUMN tersebut ialah PT Perusahaan Listrik Negara (persero) atau PLN, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (persero) atau PGN, PT Pertamina (persero), PT Jasa Marga Tbk (Persero), dan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II).

"Peningkatan rating kelima BUMN itu mencerminkan kepercayaan investor global. Apalagi, kelimanya menjadi ujung tombak infrastruktur energi dan infrastruktur transportasi," ungkap Rini dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

Rini menjelaskan kepercayaan kalangan investor global itu dalam hal ini terhadap proyek-proyek strategis nasional seperti proyek listrik 35 ribu Mw, penyediaan energi yang dikelola Pertamina sebagai holding migas, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan, dapat dijalankan secara baik, profesional, serta akuntabel.

"Keyakinan investor juga terkait dengan kemampuan BUMN dalam mencari sumber pendanaan yang efektif dan inovatif, tidak hanya pendanaan konvensional, tapi juga mencari alternatif pendanaan lain baik di dalam negeri maupun di luar negeri," kata Rini.

Di sisi lain, lanjut Rini, dukungan pemerintah juga terbukti menjadi dorongan utama bagi keberlangsungan proyek strategis sesuai dengan target yang ditetapkan bersama pemerintah.

"Kementerian BUMN senantiasa memfasilitasi dan mendukung langsung ke lapangan untuk memastikan agar proyek-proyek strategis nasional berjalan sesuai dengan timeline yang ditetapkan," pungkas Rini.

 

PGN terkerek

Selain menaikkan rating koorporasi dan surat utang lima BUMN, Moody's sebelumnya pada 13 April lalu juga menaikkan rating utang Indonesia dari kisaran Baa3 dengan prospek positif menjadi Baa2 dengan prospek stabil.

Menurut sumber yang dikutip dari laman Moody's, kenaikan peringkat surat utang PLN, Pelindo II, dan Jasa Marga mengikuti kenaikan peringkat utang Indonesia itu.

Untuk PLN, Moody's menaikkan peringkat utang PLN dari Baa3 menjadi Baa2. Lembaga pemeringkat internasional itu juga merevisi prospek PLN menjadi stabil dari positif.

"Peningkatan peringkat utang PLN mencerminkan posisi strategis PLN sebagai satu-satunya penyedia listrik yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia, termasuk posisi dominan dalam pembangkitan, distribusi, dan transmisi. Selain itu, berhubungan erat dengan pemerintah," kata Analis Senior Moody's, Abhishek Tyagi, pada laman Moody's.

Pertamina juga menikmati kenaikan peringkat menjadi Baa2 dari Baa3. Kenaikan rating Pertamina yang telah ditunjuk menjadi holding migas juga mengerek peringkat utang PGN dari Baa3 menjadi Baa2 dengan prospek stabil dari sebelumnya positif.

"Peningkatan peringkat PGN mencerminkan posisi terdepan perusahaan pada sektor transmisi dan distribusi gas Indonesia. Harapan kami, PGN akan terus menerima dukungan dari pemerintah Indonesia melalui Pertamina," lanjut Tyagi.  (E-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More